Yogyapos.com (SLEMAN) - Gedung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kantor Cabang Sleman baru yang terletak di Jalan Magelang, Murangan, Sleman diresmikan, Jumat (8/4/2022). Bangunan dengan 3 lantai dilengkapi ruang layanan, ruang kerja open space dan ruang rapat atau meeting room.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof dr Ali Ghufron Mukti dalam sambutannya mengatakan, peresmian Kantor Cabang Sleman yang didirikan di atas tanah seluas 2.716 m2 adalah sebagai wujud komitmen dari manajemen dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-informasi-bpjs-ketenagakerjaan-di-media-massa-masih-sangat-minim-5807
“Gedung Kantor Cabang Sleman ini dibangun dengan tujuan untuk memudahkan akses dan meningkatkan efektivitas rentang kendali operasional serta meningkatkan hubungan kemitraan dengan seluruh
Program Jaminan Kesehatan atau JKN dan Kartu Indonesia Sehat atau KIS,” kata Ali Ghufron Mukti disela kegiatan.
Ali lebih lanjut mengatakan, BPJS Kesehatan senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan penyelenggaraan program agar dapat memenuhi kebutuhan peserta dan pemangku kepentingan, termasuk dalam meningkatkan infrastruktur serta kapasitas pelayanan peserta pada fasilitas kesehatan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof Ali Ghufron Mukti (kedua dari kiri) melakukan peninjauan ruangan Kantor Cabang Sleman || YP-Eko Purwono
“Berbagai terobosan kami lakukan untuk menunjang operasional pelayanan peserta yang berkualitas dan berkeadilan di seluruh Indonesia untuk melayani peserta, salah satunya adalah melalui penyediaan aset, sarana dan prasarana yang tangible, kantor ini berdiri di atas tanah seluas 2.716 meter persegi dengan luas bangunan 1.635,34 meter persegi dan terdiri 3 lantai,” katanya.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-pemkab-sleman-peroleh-penghargaan-uhc-dari-bpjs-kesehatan-6902
Menurut alumni Fakultas Kedokteran UGM ini, hingga sekarang jumlah peserta mencapai 236 juta lebih jadi sekitar 85 persen dan dua tahun lagi paling tidak telah mencapai 98 persen.
“Sampai dengan Maret 2022 jumlah JKN-KIS. khususnya di Kabupaten Sleman dan Kulon Progo mencapai 1.417.324 jiwa atau sekitar 92,58 persen, adapun jumlah faskes terdiri 185 FKTP dan 34 FKRTL,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, pihaknya menyampaikan apresiasi atas dukungan para pemangku kepentingan yang berkontribusi baik langsung maupun tidak dalam proses pengerjaan bangunan.
“Ini merupakan upaya sinergi dan kolaborasi dalam mendukung optimalisasi penyelenggara JKN- KIS melalui kerjasama dengan Pemerintah Daerah mulai dari pengurusan sampai dengan pengawasan pembangunan, semoga adanya fasilitas baru ini dapat memfasilitasi kebutuhan seluruh peserta dalam mengakses layanan program JKN KIS,” harapnya.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial, Budaya dan Kemasyarakatan Etty Kumolowati, berharap dengan fasilitas baru ini dapat memberikan pelayanan lebih baik dalam hal pelayanan kesehatan, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Sleman dan di DIY pada umumnya. Dikatakannya, BPJS Kesehatan perlu memperhatikan beberapa tantangan yang mungkin masih dihadapi saat ini, diantaranya masih muncul keluhan waktu tunggu yang lama serta adanya keluhan diskriminasi kepada peserta terutama yang mengunakan KIS.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-liburan-idul-fitri-1443-h-layanan-jknkis-peserta-bpjs-dijamin-aman--6758
“Saya berharap bahwa momentum hari ini dapat menjadikan titik kembang BPJS Kesehatan Cabang Sleman menjadi tongak sejarah untuk meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas dan kualitas operatornya, sumber daya manusia yang bisa menjalankan pelayanan,” katanya.
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sleman, M Idar Aris Munandar mengatakan dengan didirikan fasilitas gedung baru diharapkan dapat meningkatkan pelayanan prima kepada peserta JKM.
“Upaya mendorong peserta dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat dan membangun kemitraan dengan badan usaha-usaha,” imbuhnya. (Opo)
