Yogyapos.com (BANTUL) - Lurah di Bantul, diantaranya Timbulharjo Kapanewon (Kecamatan) Sewon Hanif Arkham Haibar SPd, Wukirsari Imogiri Susila Hapsara dan Segoroyoso Pleret Miyadiana merasa terbantu oleh proyek program pembangunan padat karya yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) kabupaten ini.
“Timbuharjo memerlukan padat karya karena lokasi (tempat) pembangunannya masih relatif cukup banyak. Selama ini dengan adanya itu juga beberapa jalan yang semula jelek menjadi baik karena dicorblok atau conblok,” kata Hanif Arkham Haibar.
Ia mengatakan, di tahun 2022 Kalurahan Timbulharjo juga memperoleh sejumlah titik padat karya. Sehingga membantu meringankan beban pemerintah kalurahan khususnya dan warga pada umumnya. Proyek ini diharapkan terealisasi sebagaimana diharapkan pula oleh pihak Disnakertrans dan DPRD yang telah melakukan sosialisasi.
Masyatakat juga menyambut positif dan hingga kini menunggu waktu pelaksanaan yang direncanakan berlangsung Mei-Juni 2022 atau sehabis Idul Fitri 1443 H.
“Berdasarkan pengalaman dan fakta bahwa padat karya membantu pembangunan infrastruktur di wilayah Timbulharjo. Jalan yang semula masih tanah dapat berubah menjadi corblok. Manfaatnya menjadi lebih mudah dan lancar untuk dilewati warga,” sambung Hanif.
Pendapat senada disampaikan Lurah Wukirsari, Susila Hapsara, pihaknya sangat mendukung dan menyambut gembira adanya jatah padat karya untuk wilayah kerjanya.
“Begitu saya memperoleh informasi akan ada padat karya, saya langsung mengecek ke Disnakertrans Bantul. Ternyata info itu benar. Bahkan Bupati dan Dinas itu juga telah menyosialisasikan ke warga di sejumkah tempat beberapa waktu lalu,” tukas Susila Hapsara.
Dikatakannya, warga menanti-nanti proyek tersebut karena diantara mereka bisa menjadi tenaga kerja dalam pengerjaannya dengan cara membentuk kelompok. Setiap kelompok sebanyak 13 orang. Mereka akan bekerja sekitar 20 hari dan memperoleh honor, sehingga terbantu lapangan kerjanya untuk mencukupi kebuhan ekonom keluarga.
“Pada tahun 2022 Pihak Pemerintah Kalurahan selaku pemangku wilayah, secara langsung maupun tidak juga dilibatkan dalam padat karya. Ini akan lebih sinergis dalam pengerjaannya,” kata Susila.
Dengan diadakannya padat karya juga mendorong warga dalam membangun wilayahnya. Selain itu padat karya juga menguatkan gotong royong warga sekaligus juga berfungsi sebagai sarana silaturahmi masyarakat.
Dihubungi terpisah, Lurah Segiroyoso Miyadiana mengatakan terkait adanya padat karya, pihaknya akan ikut aktif untuk mensukseskannya. Alasannya Pleret juga memerlukan pembangunan insfrastruktur.
“Jadi padat karya bisa dibilang sebagai kebutuhan warga di lokasi dan luar lokasi. Kalurahan ingin membangun, namun kesulitan anggaran, maka tertolong adanya padat karya yang digelontorkan pemerintah,” kata Miyadiana.
Sementara berdasarkan data di Disnakertrans Kabupaten Bantul, jumlah padat karya di Bantul tahun 2022 yang mempergunakan APBD sebanyak 99 titik dengan anggaran Rp 100 juta per titik. Padat karya yang berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah DIY sebanyak 116 titik yang setiap titiknya senilai Rp 180 juta. (Spd)
