Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan, perlu adanya keseimbangan pembangunan fisik dan spiritual. Keduanya berjalan bersama, sehingga tidak terjadi ketimpangan. Melainkan sebaliknya membawa berkah bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan orang nomor satu Bantul saat Safari Tarawih di Masjid Majmul Barokah Dusun Bawuran Pleret Bantul, Kamis (14/4/2022) malam.
“Agar memeroleh barokah, maka itu semua harus dilakukan secara bersama, pembangunan fisik sekaligus spiritual oleh Pemerintah yaitu Pemkab," tegas Abdul Halim Muslih di hadapan ratusan jamaah.
Terkait pembangunan, Bupati menginformasikan bahwa meski anggaran Kabupaten Bantul sebesar Rp 2,3 triliun, namun itu ternyata belum cukup untuk memakmurkan Bantul secara menyeluruh. Karena uang sebanyak itu bila dialokasikan (dijereng) masih kurang. Sehingga setiap pedukuhan akan diberikan bantuan anggaran Rp 50 juta. Dana sebesar itu diantaranya digunakan ntuk pengolahan sampah, meningkatkan peran Posyandu (untuk mengantisipasi dan mengurangi stunting).
Jamaah shalat tarawih Masjid Majmul Barokah Dusun Bawuran Pleret Bantul mengikuti ceramah tarawih KH Hasan Asyhari || YP-Supardi
Hingga kini di Bantul masih ada 8 persen yang stunting. Kasihan mereka, maka dilakukan antisipasi untuk meciptakan dusun yang layak anak di 999 padukuhan.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-ramadan-1441-h-tetap-ada-taraweh-di-masjid-jogokariyan-2032
“Tidak hanya fisik saja namun perlu dukungan spiritual dengan para alim ulama dan juga tokoh masyarakat. Tujuannya agar masyarakatnya agamis dan sejahtera serta sehat,” ujarnya.
Sementara itu, KH Hasan Asyhari dalam ceramahnya antara lain menyampaikan orang yang dirindukan surga adalah orang yang rajin membaca Alquran, menjaga lisannya dan memberikan sodaqoh kepada yang miskin dan orang yang berpuasa.
Di akhir acara, Bupati menyerahkan sumbangan dari Badan Amal dan Zakat Nasional (Baznas) Bantul kepada jamaah. (Spd)
