Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyatakan rumah tangga merupakan kunci keberhasilan pembangunan wilayah di kabupaten Bantul. Sehingga calon pasangan suami dan istri (pengantin) diharapkan siap mewujudkan bangunan rumah tangga yang kuat.
“Logikanya jika semua rumah tangga baik, maka dusun akan baik. Apabila semua dusun baik, kalurahan akan baik pula dan bila kapamewon baik maka kabupaten akan menjadi baik. Demikian seerusnya,” kata bupati saat membuka sosialisasi pemahaman repeoduksi dan stanting bagi 60 para calon temanten di Bantul, di Pendapa Pemkab Bantul, Senin (1/11).
Sementara itu, Asisten 3 Setda Bantul, Ir Pulung Hariyadi menyatakan penguasaan IT menjadi tantangan bagi generasi muda (calon pengantin). Tahun 2021 laptop masih terbatas yang punya dan mengoperasikanya. Itu semua harus dihadapi dan disikapi secara positif.
“Menjadi rumah tangga harus siap psikologis (mental), biologis dan ekonomis. Ini harus disiapkan dan dikuatkan. Penghasilan pada rumah tangga diupayakan bagiamana caranya agar kebutuhan ekonominya bisa cukup. Maka harus pandai mengelolanya secara cermat,” katanya.
Pada kesempatan sama, Kepala KUA Sewon, Mustafied Amna SAg MH menegaskan untuk mewujudkan keluarga sakinah mawadah wa rohmah (Samawa) ada 4 prinsip perkawinan yaitu berpasangan, janji yang kokoh, mempergauli pasangan dengan baik dan prinsip musyawarah sebagai modal dasar
perkawinan yang kokoh.
Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPKBPMD) Bantul yang juga selaku penyelenggara kegiatan ini, mengatatakan, Dra Sri Nuryanti, kegiatan ini diadakan bertujuan initi untuk menghindari adanya stanting.
Peserta 60 sosialisasi pemahamana teproduksi dan pencegahan stanting kali ini ada sebayak 60 orang. (Spd)
