Peringati Sumpah Pemuda, KPH Kridho Mardowo Gelar Pentas String Ensemble

share on:
Abdi Dalem Musikanan gladi resik untuk pergelaran music ensemble di Bangsal Mandalasana Kraton Yogyakarta || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Memperingati hari Sumpah Pemuda, Divisi Kesenian dan Pertunjukan Keraton Yogyakarta KHP Kridhomardowo, akan menggelar Pentas Musikan Mandalasana, pada Kamis,(28/10/21) pukul 10.00 WIB, di Kagungan Dalem Bangsal Mandalasana Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Pada kesempatan ini akan dilantunkan lagu-lagu perjuangan lainnya seperti Selain lagu Indonesia Raya, Satu Nusa Satu Bangsa, Garuda Pancasila dan lain-lain. Tak ketinggalan lagu Gati Mardowo juga akan dilantunkan sebagai lagu pembuka  dalam mengawali pagelaran. 

Penghageng KHP Kridho Mardowo Karaton Nyagogyakarto Hadiningrat KPH Notonegoro mengungkapkan, pementasan Musikan Madalasana kali ini berbeda dengan sebelumnya. Sebab, kali ini pementasan akan menghadirkan format string ensemble dengan aransemen yang berbeda dari biasanya. 

“Pementasan kali ini sungguh sangat berbeda dari Pentas Musikan Mandalasana sebelum-sebelumnya. Kali ini kanca Abdi Dalem Musikan akan menghadirkan format pementasan string ensemble. Bukan instrumen musik tiup seperti biasanya,” ungkang Kanjeng Noto kepada wartawan di Kraton, Rabu (27/8/2021)

Ditambahkan oleh Kanjeng Noto, meskipun pementasan kali ini berupa string ensemble namun tetap menghadirkan instrument perkusi, sehingga aransemen musik ini terasa sangat lengkap. 

Pentas Musikan Mandalasana ini akan dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB, ditandai dengan diperdengarkannya lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sebagai conductor kjali ini dipercayakan pada Raden Wedono Widyo Guno Mardowo.Seperti Pentas Musikan sebelumnya, iringan prajurit Keraton Yogyakarta akan menjadi pembuka prosesi dan menjemput para Abdi Dalem Musikan dari Bangsal Kasatriyan menuju Bangsal Mandalasana yang terletak di pelataran kedhaton Keraton Yogyakarta.

Ditegaskan oleh Kanjeng Noto, karena masih berada pada masa pandemi, maka pagelaran musik ini diselenggarakan dalam format daring dan masyarakat dapat menyaksikan secara live streaming melalui Youtube di kanal Kraton Jogja. Adapun dalam pelaksanaan di lapangan, Pentas Musikan Mandalasana kali ini juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi para Abdi Dalem yang bertugas. Jumlah pemain musik pun dibatasi agar tetap bisa menjaga jarak (physical distancing).

Kanjeng Noto berharap, Pentas Musikan yang hadir dengan format string ensemble kali ini bisa menghadirkan semangat kebaruan dalam Pentas Musikan di Keraton Yogyakarta, 

“Semoga semangat nasiionalisme yang dihadirkan melalui pagelaran ini bisa menular ke segenap lapisan masyarakat yang menyaksikan, karena sejatinya semangat kebaruan ini lah yang mendasari semangat pembangunan para pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa Indonesia,” tutup KPH Notonegoro. (*/Sulistyawan Dibyosuwarno)


share on: