Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten Sleman tengah menggarap proyek peningkatan Jembatan Rejodani di Prumpung Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, membentang di atas Kali Boyong. Disediakan anggaran mencapai Rp 5,99 miliar untuk merampukan pekerjaan konstruksi yang ditargetkan bakal rampung pada 31 Desember 2021.
“Untuk proyek peningkatan Jembatan Rejodani, saat ini sedang dilakukan pekerjaan pengecoran plat lantai jembatan. Lebar existing 4 meter ditingkatkan menjadi lebar 7 meter termasuk trotoar dan panjangnya 22 m,” kata Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Dwi Endarto Budi Santosa ST menjawab konfirmasi yogyapos.com, Kamis (28/10/2021).
Diungkapkan, meski telah memasuki musim penghujan, akan tetapi situasi tersebut tidak menjadi kendala bahkan serangkaian pekerjaan fisik telah diselesaikan, diantaranya pembuatan pondasi jembatan dan abutment jembatan.
“Realisasi pekerjaan yang lain yakni telah dilakukan pemasangan girder pracetak PC I bentang 22 meter, serta pembangunan saluran drainase jalan pada oprit jembatan dan pembuatan gorong-gorong saluran lapis pondasi jalan dengan agregat klas B,” ungkap dia.
Dikerjakan oleh kontraktor CV Dian Kurnia yang beralamat di Jalan Kantil Nomor 8 A Krodan, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Untuk rencana pekerjaan kedepan, diantaranya berupa finishing jembatan, lapis agregat kelas A serta pengaspalan jalan oprit jembatan.
“Progress sampai dengan minggu ini terdapat deviasi positif sebesar 26,30 persen, dalam perencanaan 33,16 persen, namun realisasinya telah mencapai 59,46 persen,” imbuhnya.
Anggota Komisi C DPRD Sleman, Rahayu Widi Nuryani SH MH mengatakan proyek peningkatan Jembatan Rejodani di Prumpung, Sariharjo merupakan salah satu prioritas, lantaran kondisi jembatan sudah tidak memadai lagi. Sebenarnya peningkatan jembatan ini sudah dianggarkan pada tahun lalu, tetapi karena adanya refocusing anggaran untuk penangganan Covid-19 sehingga baru di laksanakan saat ini.
“Saat ini lebar jembatan hanya bisa di lalui oleh satu kendaraan. Jembatan yang berada di atas aliran kali Boyong tidak hanya di perbaiki konstruksinya tetapi juga di lebarkan,” ujarnya.
Selain itu, tandas dia, keberadaan Jembatan Rejodani cukup vital sebab merupakan akses penghubung sejumlah kalurahan. Keberadaan jembatan Rejondani ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian warga di era pandemi serta akses masyarakat menjadi lancar sehingga meningkatkan perekonomian warga. (Opo)
