Yogyapos.com (SLEMAN) - Aktivis sosial Yogyakarta, Baharuddin Kamba menyoroti maraknya spanduk, banner kampanye Pemilihan Lurah (Pilur) di Kabupaten Sleman yang dipaku di pohon, dipasang di tiang listrik dan tempat lain.
Calon Lurah yang memasang foto dirinya dengan cara dipaku di pohon-pohon itu akan menambah tumpukan sampah visual di ruang publik. Karena saat ini sudah cukup banyak spanduk maupun banner yang dipasang di pohon maupun tiang listrik misalnya iklan produk rumah tangga, sedot WC maupun promo sepeda motor yang dipaku di pohon-pohon. Itu jelas merusak keberlangsungan hidup pohon.
“Jika ranting pohon itu mati dan tertimpa para pengguna jalan, maka akan membahayakan. Apalagi saat ini kondisi musim hujan dan angin kencang,” jelas Bahar dalam rilis yang diterima yogyapos.com, Selasa (19/10/2020).
Para calon lurah yang memasang spanduk maupun alat peraga kampanye pemilihan lurah di pohon maupun tiang listrik jelas melanggar aturan yakni berupa Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman.
“Jangan-jangan calon lurah yang menempel alat peraga kampanye Pilur di pohon maupun tiang listrik yang tidak memiliki konsep yang jelas untuk mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat atau pemilih,” ujarnya.
Sudah saatnya Satuan Polisi (Sat Pol) Pamong Praja Kabupaten Sleman untuk menertibkan spanduk, banner maupun alat peraga kampanye Pilur yang melanggar aturan dan tidak berizin tanpa tebang pilih.
“Calon Lurah yang menancapkan paku di pohon untuk menempel foto dirinya secara sadar telah merusak pohon-pohon itu. Kalau pohon dipaku akan merusak dan akan menghambat pertumbuhan pohon sehingga pertumbuhan menjadi kerdil,” tandas dia.
Yang pasti para calon Lurah yang memasang alat peraga di pohon belum punya pemahaman tentang cara hidup hijau, di mana slogan ‘go green’ sudah ada dimasyarakat.
Pemasangan alat peraga kampanye pemilihan Lurah diruang publik dan di pohon-pohon jelas merusak pemandangan dan akan menambah tumpukan sampah visual.
“Sebagai pendidikan politik kepada masyarakat dan sanksi sosial kepada calon lurah yang memasang alat peraga kampanye di pohon-pohon itu tidak layak dipilih. Jadi jangan dipilih,” tutur dia. (*/Opo)
