Yogyapos.com (SLEMAN) - Perjalanan Angela Electra Vega Suseno (17) atau yang akrab disapa Angel dalam menapaki jenjang pendidikan patut diacungi jempol. Gadis asal Yogyakarta itu berjuang mewujudkan mimpinya untuk kuliah di tengah keterbatasannya sebagai penyandang tunanetra.
BACA JUGA: ELsa Lucyta Wakili Yogya Tembus Icon Indonesia
Sejak lahir, Angel sudah kehilangan penglihatannya. Akan tetapi keterbatasan itu tak membuat semangatnya surut. Diirinya mengaku berjuang masuk UGM tidak mudah. Harus belajar SNBT melalui les privat dan kajian YouTube. Saat hari ujian pun cukup menantang karena baru pertama kali menjamah komputer.
BACA JUGA: Haura Azka Hafidzah Lolos Finalis Bintang Sobat SMP 2026, Adaptif dan Visioner
Sebelum mulai, Angel diberikan kisi-kisi shortcut untuk mengisi soal, misalnya Alt+A untuk soal sebelumnya, kemudian kursor untuk mengarahkan jawaban yang dipilih.
“Dan untungnya bisa beradaptasi dengan cepat. Jadi kepanikan itu tidak mengganggu dalam mengerjakan,” kata Angel, Senin (6/7/2026).
BACA JUGA: Di UNJ, Menteri LH Ajak Kampus Jadi Simpul Gerakan Nasional Pendidikan Pengelolaan Sampah
Hingga akhirnya dia diterima menjadi mahasiswa baru UGM prodi Sosiologi Fisipol UGM lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Angel menyatakan, Sosiologi merupakan pilihan rekomendasi dari sang guru yang melihat potensinya di jurusan ini. Dia juga merasa cocok dengan jurusan tersebut karena ketertarikannya pada penelitian.

“Setelah saya baca-baca lagi itu ternyata sosiologi menarik banget karena di situ ada penelitian-penelitian. Sebelumnya pernah ikut lomba-lomba esai, tetapi belum pernah menang. Jadi pengen coba lagi di kuliah,” katanya.
BACA JUGA: Dua Mahasiswa UAJY Sabet Prestasi Internasional Slog Challenge, Ini Pesan dan Kesannya
Angel lahir di lingkungan yang penuh cinta kasih. Keluarganya selalu ada untuk menuntun langkah, menerima kondisi apa adanya, hingga mendukung penuh pendidikan. Kabar kelulusannya menjadi satu kebahagiaan bagi keluarganya. Apalagi hampir seluruh anggota keluarganya merupakan alumni UGM.
BACA JUGA: Ratusan Mahasiswa UAJY Bergerak Menuju Lokasi KKN di Gedangsari Gunungkidul
“Ayah alumni Teknik Elektro, Mama dari MIPA Ilmu Komputer, kakak D4 Teknologi Rekayasa Internet, dan FKKMK. UGM ini juga mimpi sejak SMP," kata Angel.
Agel yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara mengaku selain keluarga, lingkungan belajarnya juga mendukung. Sejak di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, aktivitas pembelajarannya dibantu menggunakan screen reader yang ada di gawai.
BACA JUGA: Kuliah Umum Mahasiswa UHN Tegal, Menteri LH Jumhur Berharap Ada Moratorium Penebangan Hutan
"Biasanya guru akan mengirim materi dulu dalam bentuk PDF sehingga memudahkan untuk ikut belajar bersama teman-teman lainnya,” ujarnya.
Namun, masa SMA menjadi kali pertamanya berinteraksi tanpa pendamping. Sebab, sejak SD Angel selalu dibersamai dengan pendamping untuk kegiatan maupun pembelajaran di kelas.
BACA JUGA: Tol Prambanan-Purwomartani Kurangi Kepadatan Arus Mudik Lebaran 2027, Fokus Flayover Exit
Dia mengaku bersyukur dan bahagia karena teman-teman sangat menyambut dan membantunya berdinamika di sekolah. “Sehingga saya enggak merasa kesulitan sama sekali untuk mengikuti sampai lulus, terus tenang,” ucapnya.
BACA JUGA: Anak-Anak Korban Kekerasan Litle Aresha Masih Jalani Perawatan
Semasa sekolah, dirinya aktif di ekstrakurikuler bernyanyi, band, hingga public speaking. Angel pun berprestasi dalam beberapa lomba, di antaranya juara harapan 2 lomba mendongeng Bahasa Jawa tingkat Kabupaten Bantul serta juara 2 speech contest on Global Friendship yang diadakan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.
BACA JUGA: Nobar Piala Dunia 2026 di Makorem 072/Pmk Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Menuju dunia perkuliahan nantinya, Angel menyatakan bahwa tantangan terbesarnya mungkin adalah beradaptasi dari lingkungan sekolah ke lingkungan kuliah yang cukup berbeda. Dia khawatir tidak bisa mengikuti perkuliahan dengan baik.
Untuk itu, dia berencana bergabung dengan organisasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM. Selain itu, ia juga tertarik mengikuti komunitas berbasis penelitian yang dapat mengembangkan potensi dirinya.
BACA JUGA: Polisi Tetapkan 14 Tersangka Baru Kekerasan Anak di Daycare Liettle Aresha Yogya
Angel turut berpesan kepada teman-teman yang juga sedang berjuang di kondisi serupa. Dia mengingatkan untuk tidak kalah karena keadaan, karena baginya semua rencana Tuhan adalah yang terindah. Menurutnya, jika sudah berjalan di pilihan yang baik, maka patut untuk terus diperjuangkan.
BACA JUGA: Reuni 37 Tahun Delayota 1989, Momentum Menyambut Pensiun dengan Hidup Sehat
“Buat teman-teman tetap semangat karena kita enggak tahu rencana Tuhan tuh indah buat kita. Apapun jalan yang kita pilih selama itu baik, tetap diperjuangkan sampai kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan,” pungkasnya. (Jauh Hari Wawan Setiawan)
