Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebanyak 20 Mahasiswa KKN Tematik 2026 diterjunkan ke Dusun Turgo, Kalurahan Purwobinangun. Kedatangan mereka sekaligus membuka Program Bestari Saintek Living Lab Biodiversitas Bukit Turgo.
BACA JUGA: Kuliah Umum Mahasiswa UHN Tegal, Menteri LH Jumhur Berharap Ada Moratorium Penebangan Hutan
Program ini merupakan kolaborasi antara UAJY, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Pemerintah Kalurahan Purwobinangun, serta berbagai mitra yang bertujuan mendukung pelestarian biodiversitas dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh tokoh masyarakat, Ketua beserta Tim Living Lab Biodiversitas Bukit Turgo, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Endemic Indonesia Society, dan Kelompok Kreatif Acacia.
BACA JUGA: Majelis Tafsir Al Qur'an Pakem Gelar DOnor Darah, Diikuti 150 Pendonor
Program yang terintegrasi dengan KKN Tematik UAJY ini akan berlangsung mulai 2 Juli hingga 2 Agustus 2026. Sebanyak 20 mahasiswa akan melaksanakan berbagai program di RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 Dusun Turgo.
BACA JUGA: Gerakan Brebes ASRI, Menteri Jumhur: Saatnya Memuliakan Bumi
Dekan Fakultas Teknobiologi (FTb), apt. Ines Septi Arsiningtyas, S.Farm., M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah mendukung keberlanjutan program. Ia berharap kegiatan KKN yang telah memasuki tahun ketiga ini dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BACA JUGA: Haura Azka Hafidzah Lolos Finalis Bintang Sobat SMP 2026, Adaptif dan Visioner
“Kegiatan KKN di Bukit Turgo kali ini sudah memasuki tahun ke-3 sebagai salah salah satu implementasi perjanjian kerja sama antara FTb UAJY dengan Balai Taman Nasional Gunung Merapi serta dengan Kalurahan Purwobinangun. Kami melihat bahwa kegiatan ini, walaupun skalanya kecil, tetapi berkelanjutan. Harapannya dengan adanya kegiatan ini, bisa membawa manfaat bagi masyarakat,” jelas Ines, Sabtu (4/7/2026).
BACA JUGA: Menaker Ajak Perusahaan-perusahaan di Mandalika Gabung dengan MagangHub & Pelatihan Vokasi
Program kegiatan mencakup inventarisasi biodiversitas dan etnobotani, pengembangan informasi birdwatching, pemanfaatan tanaman lokal, pendidikan, dan diseminasi untuk menjaga biodiversitas di Bukit Turgo serta mengembangkan potensi lokal secara bertanggung jawab. Selepas KKN, mahasiswa juga berpeluang kembali ke lokasi untuk mendukung keberlanjutan program.
BACA JUGA: Sri Sultan HB X Tegaskan Dialah yang Meminta Kasus Eks Lurah Condongcatur Diproses
Kegiatan pembukaan program kemudian dilanjutkan dengan penandatangan komitmen dan penerjunan mahasiswa KKN secara simbolis melalui pengalungan ID Card KKN. Selepas mendengar penyampaian harapan warga dan mitra pendukung, kegiatan diakhiri dengan sesi ramah tamah.
BACA JUGA: Wabup Sleman Turba Salurkan Bantuan Kursi Roda kepada Dua Warga di Ngaglik dan Kalasan
Salah satu mahasiswa peserta KKN Tematik, Angela Merici Wida Putri, berharap pelaksanaan program dan KKN Tematik ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai potensi biodiversitas yang ada di Bukit Turgo.
“Aku harap dengan kegiatan ini, masyarakat jadi bisa mengenal tumbuhan dan hewan yang tumbuh dan hidup di sekeliling mereka, bahwa banyak yang bisa dimanfaatkan. Tidak dengan eksploitasi, tetapi dengan bijak,” ungkap Merici.
BACA JUGA: Dugaan Korupsi TKD Condongcatur, Kejati: Modusnya Dirikan Kos Eksklusif Dilengkapi Kolam Renang
Melalui Program Bestari Saintek Living Lab Biodiversitas Bukit Turgo dan Penerjunan Mahasiswa KKN Tematik 2026 diharapkan dapat berkembang menjadi ruang belajar dan inovasi bersama yang adaptif, partisipatif, serta mampu memberikan manfaat jangka panjang dengan memperkuat kapasitas masyarakat dan mendukung konservasi biodiversitas secara berkelanjutan. (*)
