Kerugian Akibat Hujan di Sleman Mencapai Rp 1,5 Miliar

share on:
Jumpa pers BPBD Sleman mengenai kerugian akibat hujan deras yang terjadi pada 28 Maret lalu, di Ruang Sekda Sleman, Jumat (14/4/2022) || YP-Agung DP

Yogyapos.com (SLEMAN) - Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Sleman pada 28 Maret 2022, telah mengakibatkan pohon tumbang dan kerusakan di sana sini hingga menimbulkan kerugian Rp 1,5 miliar.

Perkiraan kerugian tersebut disampaikan Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan STP MT kepada awak media, di Ruang Sekda Sleman, Jumat (14/4/2022).

Makwan mengungkapkan, selama 3 bulan tercatat 450 pohon tumbang akibat hujan. Diperkirakan cuaca ekstrem dari data yang diperoleh akan terjadi pada Maret-Mei 2022. Tentang hal ini, pihaknya sudah menerima peringatan dari BMKG.

“Pada 28-30 Maret wilayah Sleman dihajar habis-habisan dan berdampak di 13 Kapanewon,” kata Makwan dalam coferensi pers bersama Kepala Stasiun BMKG, Kepala Pelasakna BPBD dan Kepala Dinasingkungan Hidup Sleman. Makwan juga mengatakan untuk saat ini guna mengantisipasi telah didirikan posko-posko tanggap darurat di wilayah Kabupaten Sleman.

Para narasumber jumpa pers tentang kerugian akibat hujan di Sleman || YP-Agung DP

Kepala Stasiun Meterologi Yogyakarta BMKG, Warjono SSi MKom mengungkapkan, fenomena cuaca ekstrem sering terjadi dimasa pancaroba atau pada pergantian musim. Hal ini disebabkan posisi Sleman di selatan Gunung Merapi, ada pertumbuhan awan di kanan kiri Merapi. Pertumbuhan awan setelah Borobudor Muntilan akan masuk ke wilayah Sleman karena angin dari utara Merapi akan mendorongnya, dikarenakan kota Yogyakarta cenderung lebih hangat kena udara.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Dra Epiphana Kristiyanti MM menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat ini telah menyisir pohon-pohon rindang yang ada di pinggir jalan wilayah Kabupaten Sleman. Disamping itu juga telah mengadakan edukasi pada warga untuk melihat pohon-pohon yang ada di lingkungan mereka.

“Mereka diimbau segera lapor kalau menemukan pohon-pohon yang sudah rapuh agar kami tindak lanjuti,” jelasnya.

Epiphana menegaskan, pihaknya juga sudah mulai menanam bibit pohon yang tumbuh dari bijinya karena lebih kuat akarnya. Selain juga telah menggalakan kampung iklim yakni untuk mengedukasi terkait iklim dengan membuat lubang sumur resapan. (Agn)

 


share on: