Kapolri Tinjau Vaksinasi di SCH dan Isolasi Terpadu Asrama Haji Yogyakarta

share on:
Kapolri meninjau kegiatan Vaksinasi di SCH dan isolasi terpadu di Asrama Haji Sleman || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi beserta rombongan meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi serentak di Sleman City Hall (SCH) di Jalan Magelang, Denggung Sleman. Kunjungan dilanjutkan ke tempat Asrama Haji Sleman di Jalan Ring Road Utara, Jumat (11/3/2022).

Orang nomor satu di tubuh Polri ini juga membagikan bantuan sosial 2.300 paket sembako. Rinciannya 100 paket diterimakan di Asrama Haji Sleman, 700 paket di Sleman City Hall serta 300 paket untuk masing-masing wilayah Polres jajaran Polda DIY. Sedangkan yang  mengikuti vaksin di SCH ditergetkan sebanyak 3.500 orang.

Kapolri dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terimakasih terutama kepada masyarakat DIY karena telah mendukung program percepatan vaksinasi Covid-19. Saat ini wilayah DIY termasuk peringkat teratas dalam presentase jumlah vaksinasi yaitu 97 persen.

“Harapan kami karena DIY merupakan daerah tujuan wisata, tujuan mudik dan tempat event penting oleh karena itu kami perlu meyakinkan seluruh kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan masyarakat juga terjaga kesehatannya,” kata Kapolri.

Dalam peninjauan isoter di Asrama Haji Sleman yang saat ini menampung 45 pasien, Kapolri melakukan dialog secara virtual dengan beberapa warga yang sedang menjalankan isoman.

Dikatakan bahwa dalam minggu ini di DIY terjadi penurunan masyarakat yang terpapar Covid-19.

“Semoga yang sedang menjalankan isoman segera sehat dan ucapan terimakasih kepada tenaga kesehatan yang telah melaksanakan tugas serta mengingatkan untuk masyarakat selalu melaksanakan prokes dan gunakan masker,” tuturnya.

Menurut mantan Kabareskrim Polri itu, terjadinya penularan virus Covid-19 berpotensi lebih besar apabila masyarakat yang terpapar menjalani karantina selain di isoter. Apalagi, tempat atau rumah yang tidak memenuhi persyaratan untuk menjalani isolasi mandiri.

“Karena memang kecenderungan dirawat di rumah apalagi khususnya persyaratan yang melaksanakan isoman tidak memenuhi standar, ini akan ada risiko terjadi penularan kepada keluarga ataupun masyarakat. Karena memang ada aturan dan standarnya,” katanya.

Sigit memastikan, dengan menjalani perawatan di Isoter, masyarakat akan mendapatkan penanganan terbaik dari dokter, tenaga kesehatan, fasilitas serta sarana dan prasarana penunjang lainnya. 

“Karena itu pilihan dirawat di isoter jauh lebih baik. Apalagi, kalau diketahui memiliki komorbid yang harus diikuti perawatan secara intensif. Karena di Isoter tenaga kesehatannya tentunya siap, obat-obatannya siap, serta fasilitasnya. Manakala terjadi hal-hal yang diharuskan dilanjutkan ke rumah sakit rujukan, tentunya Isoter jauh lebih siap. Dan ini menjadi pilihan lebih baik dalam rangka kendalikan laju Covid-19,” ucap Sigit.

Disisi lain, Sigit juga menyampaikan apresiasinya kepada dokter, tenaga kesehatan dan relawan yang telah bekerja secara maksimal dalam memberikan perawatan terbaik untuk kesembuhan dari masyarakat yang terpapar Covid-19.

“Tentunya bisa terwujud apabila kita semua selalu menjaga sinergitas, soliditas dan mengikuti apa yang menjadi anjuran Pemerintah. Vaksinasi kita kejar sampai dosis tiga dan tetap laksanakan protokol kesehatan. Utamanya didalam kegiatan tempat terbuka atau tempat kita melaksanakan interaksi dengan masyarakat lain, upayakan kita selalu gunakan masker,” papar Sigit.

Terkait tinjauannya ke Isoter Asrama Haji Sleman, Sigit menyebut mendapatkan informasi bahwa pasien yang dirawat di tempat itu mengalami penurunan dibandingkan pada minggu lalu. 

“Tadi diinformasikan yang dirawat sampai hari ini kurang lebih 45 pasien. Dengan ketersediaan tempat tidur kurang lebih 190.  Alhamdulilah dilaporkan minggu ini terjadi penurunan dibandingkan minggu sebelumnya. Tentunya ini salah satu Isoter yang dimiliki wilayah Yogyakarta, dimana total semua kurang lebih 181 Isoter,” tutup Sigit. (Opo)

 


share on: