Yogyapos.com (BANTUL) - Anggota Komisi IX DPR RI asal Dapil DIY Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Sukamto SH bersama BKKBN DIY dan Bantul berkolaborasi sosialisai mengatasi stunting (gizi buruk) di tengah masyarakat. Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan derajad kesehatan masyarakat dan menuju Indonesia emas, berlangsung di Kampus Institut Ilmu Quran (IIQ) Annur, komplek Ponpes Annur, Ngrukem Pandowoharjo Sewon Bantul, Sabtu (16/4/2022).

Anggota Komisi IX DPR RI, H Sukamto SH || YP-Supardi
Sosialisasi Stunting dan KIE Program Bangga Kencana bersama Mitra Kerja di Prvinsi DIY mengusung tema ‘Cegah Stunting Sejak Dalam Kandungan’ yang memang sangat diperlukan. “Sebab anak adalah pembawa harapan guna menuju Indonesia Emas sesuai harapan Presiden Joko Widodo,” kata Anggota Komisi IX DPR RI ini.
Sementara itu, Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, menyatakan pihaknya melalui Dinas Dinas P3AP PPKB dan OPD lainnya bekerja ekstra keras untuk menekan angka stunting di masyarakat.
“Penderita stunting di Bantul sudah cenderung mengalami penurunan. Jumlahnya berkisar 8,3 persen dari 5.000 balita,” katanya.
Dijelaskan, salah satu upaya mengatasinya melalui sosialisasi. Mengefektifkan peningkatan kesehatan ibu dan anak dalam kandungan melalui Keluarga Berencana (KB).
Guna menunjang upaya tersebut, maka di Bantul disediakan aplikasi SIPIA yaitu Sistem Informasi Pemantauan Wiayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak. Aplikasi ini praktis untuk mengecek jumlah, alamat, umur, nama bahkan kondisi kesehatan para itu hamil.
Pada kesempatan sama Kepala Dinas P3 AP PKB Bantul, Ninik Istarini, mengatakan pihaknya akan berupaya menuntaskan stunting. Pada tahun 2022 target peserta KB baru di Bantul sebanyak 7.246 orang. Tekad yang sama disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Sodirin.
Giat sosialisasi stunting dilanjutkan dengan pembagian hadiah oleh Sukamto kepada para peserta yang kreatif dan mampu menjawab pertanyaan nara sumber terkait dengan kesehatan. (Spd/Met)
