Yogyapos.com (BANTUL) - Proyek pembagunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul mendapatkan pengawasan oleh DPRD. Karena salah satu fungsi dewan adalah pengawasan, bersifat mendukung ataupun sebaliknya mengkritisi dan menentang program pembagunan.
Diantara program Pemkab yang memeroleh dukungan dewan yakni proyek Padat Karya Tahun 2022. Dukungan diberikan karena proyek pembangunan tersebut merupakan andalan di Kabupaten Bantul 2022. Sangat diperlukan dan banyak manfaatnya untuk masyarakat.
Sambutan positif itu setidaknya dilontarkan oleh Ketua Fraksi Golkar Heru Sudibyo SSos MM, Ketua Fraksi Gerindra Datin Wisnu Pranyoto dan anggota Fraksi PKB Yasmuri SPd.
“Padat karya adalah permintaan dan diajukan oleh warga masyarakat ke Pemerintah. Pengerjaannya dalam kurun waktu tertentu. Ujud dan bentuk pembangunannya berbagai macam infrastruktur,” kata Heru Sudibyo, di Bantul, Senin (21/3).
Disebutkan, pengerjaaan proyek Padat Karya sesuai dengan ketentuan yang ada. Ujudnya antara lain bisa corblak jalan, bangket jalan, talud jalan atau yang lainnya sesuai dengan yang ditentukan Pemkab Bantul melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul dan disesuaikan dengan permintaan warga.
Sedangkan selama ini infastruktur pembangunan padat karya berfungsi dan sangat membantu warga dalam pembagunan. Misalnyan jalannya menjadi baik akses lalu lintas menjadi lancar serta memudahkan warga dalam melakukan kegiatan perekonomian mereka. Maka adat karya di Bantul diharapkan bisa berkelanjutan di tahun tahun mendatang.
Sementara itu, Datin Wisnu Pranyoto, mengatakan dengan adanya padat karya infrastruktur menjadi lebih baik. Masyarakat terbantu, memanfaatkannya untuk kegiatan perekonomian, pariwisata dan pendidikan.
“Dengan padat karya warga bisa mendapatkan pekerjaan sementara waktu dengan mengerjakan padat karya melalui kelompoknya. Ini meringankan beban perekonomian masyarakat,” tutur Datin.
Datin juga mengharapkan agar padat karya di tahun 2022 di Bantul tetap ada di tahun mendatang. Artinya bisa dilakukan secara berkesinambungan dari tahun ke tahun.
Tanggapan senada disampaikan Yasmuri, bahwa padat karya mengurangi pengangguran dan menciptakan penghasilan warga. Masyarakat bisa masuk atau ikut bekerja kelompok dan bekerja sebagai Ketua Kelompok, Sekretaris Kelompok ataupun Anggota yang juga mendapatkan honor.
Menurut Kepala Disnakertrans Kabupaten Bantul, Istirul Widhilastuti, pada tahun 2022 jumlah padat karya di Bantul yang mempergunakan APBD sebanyak 99 titik (paket) dengan anggaran Rp 100 juta per titik. Padat karya yang berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah DIY sebanyak 116 titik. Setiap titiknya senilai Rp 180 juta.
“Setiap titiknya dikerjakan oleh kelompok warga yang setiap kelompoknya sebanyak 13 orang. Pengerjaannya dijadwalkan mulai Mei 2022 selama dua pengerjaan,” kata Istirul.
Sedangkan untuk mengupayakan agar padat karya diketahui dan dipahami oleh masyarakat dan Pemmerijtah Desa, Kapanewon (Kecamatan), Dukuh dan warga, maka beberapa waktu lalu sudah dilakukan sosialisasi. (Spd)
