Diskusi Bambu Mengawali Sekolah Purbakala

share on:
Panitia melakukan peninjauan dan pengamatan lahan 'Sekolah Purbakala' || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Institute KaHaDe akan selenggarakan diskusi terbatas dengan mengambil tema "kebudayaan bambu". Kegiatan yang akan berlangsung pada 30 Oktober 2021, di Joglo Ropingen Kotagede ini untuk mengawali ‘Sekolah Purbakala’ yang membincangkan bambu dengan segenap aspeknya.

Bambu menjadi penting, karena merupakan bagian dari dinamika kebudayaan umat m sanusia yang sudah berlangsung ribuan tahun lalu, yang menurut Febriska Nor Fitriana, selaku ketua panitia diskusi bahwa bambu merupakan pohon yang sangat mudah tumbuh. Bambu memiliki kebermanfaatan untuk dijadikan berbagai produk kerajinan yang ramah lingkungan.

Adapun Joglo Ropingen sebagai tempat diskusi menjadi bangunan cagar budaya. Di Joglo Ropingen pernah diselenggarakan konggres partai politik SI yang dihadiri oleh tokoh-tokoh yang menjadi bagian dari sejarah terbentuknya Negara Republik Indonesia.

Prinsip Sekolah Purbakala sejalan dengan UU Pemajuan Kebudayaan Pemajuan Kebudayaan yakni upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. Rintisan Sekolah Purbakala pertama kali berada di DIY. Yogya menjadi starting point yang tepat untuk membumikan Sekolah Purbakala ke anak muda. Yogya sebagai the city of philosophy memiliki berlimpah nilai kesejarahan dan kepurbakalaan yang tidak akan habis untuk di ulik. Undang-Undang Nomor 13 tahun 2012 mempertegas DIY sebagai daerah istimewa yang perlu untuk dijaga.

HM Satriya Wibawa, sebagai kepala sekolah menyatakan ‘Sekolah Purbakala’ merupakan ikhtiar untuk menemukenali masa lalu yang pernah terjadi. Hal tersebut menjadi penting untuk generasi hari ini (melinial). “Dengan itu generasi hari ini akan mampu melanjutkan kejayaan masa lalu atau setidaknya terinspirasi dengan kejayaan masa itu, sehingga generasi hari ini akan mampu menciptakan peradabannya sendiri, yang bertautan dengan masa lalunya,” katanya, Rabu (27/10/2021).

Kedepan ‘Sekolah Purbakala’ akan menyelenggarakan berbagai tema diskusi yang diharapkan akan menjadi ruang publik dinamis untuk membangun dan memproduksi kebudayaan yang bertujuan untuk pengembangan manusia yang berdasarkan pada sisi etik dan moral. (*)

 

 

 


share on: