Dishub Sleman Antisipasi Arus Lalin Lebaran, Termasuk Penambahan Rambu-rambu

share on:
Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dishub Sleman, Marjana ST

Yogyapos.com (SLEMAN) Menghadapi kemungkinan lonjakan arus mudik Lebaran 2022 atau Idul Fitri 1443 H dengan tanpa adanya penyekatan, Dinas Perhubungan Kabupaten (Dishub) Sleman tengah mempersiapkan sejumlah kesiapan.

Selain akan mendirikan pos-pos monitoring angkutan lebaran juga bakal didirikan posko-posko pemantauan guna memastikan kesiapan sehingga nyaman untuk dilintasi pemudik, termasuk mempersiapkan jalur-jalur alternatif yang bisa dilalui para pemudik dengan penambahan fasilitas berupa rambu- rambu.

Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dishub Sleman, Marjana ST mengatakan kesiapan yang dilakukan bukan saja menyangkut kondisi jalannya tapi juga kelengkapan rambu-rambu lalulintas dan jumlah personel yang dilibatkan.

“Kami ingin jalur-jalur alternatif ini betul-betul siap. Sehingga kalau benar nantinya arus pemudik mengalami lonjakan, jangan sampai menimbulkan kemacetan yang parah, penambahan rambu-rambu diutamakan dipasang pada jalur alternatif,” jelas Marjana kepada yogyapos.com, dikantornya, Rabu (15/4/2022).

Jalur alternatif yang sudah dipersiapkan, meliputi jalur Tempel-Turi-Pakem- Cangkringan- Kalasan-Prambanan untuk pemudik menuju Klaten dan Solo. Kemudian dari arah barat, jalur alternatifnya melintas Klangon-Godean-Tempel, dan dari arah timur atau Prambanan bisa berbelok ke arah Piyungan-Jogja-Jalan Wates. Kemudian ada juga jalur alternatif tengah menuju arah barat yakni melintas Mlati-Balangan-Dekso dan ada juga jalur alternatif tengah menuju arah timur yakni Denggung-Mbesi-Kalasan dan Prambanan-Piyungan serta jalur paling barat yakni Jogja-Godean-Nanggulan.

"Semua jalur alternatif ini akan dicek oleh petugas gabungan antara Dishub dan Polres Sleman. Sesuai dengan status jalannya, setiap upaya perbaikan jalan atau penambahan rambu dikoordinasikan antara Pemkab Sleman dan Pemda DIY, Kamis (16/4/2022) akan melakukan survei ke lapangan. Pengecekan ke lapangan ini untuk melihat kondisi terkini kondisi jalan," kata dia.

Diprediksi karena masa  cuti cukup panjang , sehingga diperkirakan puncaknya mudik akan terjadi pada tanggal 28 April 2022, sedangkan arus baliknya pada Minggu 8 Mei.

"Karena dua tahun kemarin tidak diperbolehkan mudik, kita memprediksi arus mudik tahun ini akan sangat besar," ungkapnya.

Untuk Posko Induk akan didirikan di seputar Denggung, dengan jumlah personel yang dilibatkan  mencapai 71 orang rencana terbagi menjadi 3 sift.

"Sedangkan monitoring kendaraan dilakukan di Terminal, yakni Gamping, Condongcatur, Pakem dan Prambanan untuk terminal tipe C tidak berlangsung 24 jam," imbuhnya. (Opo)

 


share on: