Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupupaten Bantul mengupayakan warga yang mengalami masalah sosial dapat mempunyai kehidupan sama dengan orang normal lainnya. Mereka akan diberdayakan melalui berbagai program yang dilakukan bersama kelompok masyarakat.
“Mereka menjadi garapan Dinsos Bantul. Nanti akan diupayakan pemberdayaan agar terangkat. Diantaranya para penyandang kemiskinan, kecacatan, kebutuhan sosial, keterlantaran, korban kebencanaaan, korban eksploitasi, korban kekerasan dan kerterpencilan. Walaupun di Bantul kini tidak ada keterpencilan,” kata Kapala Dinsos Kabupaten Bantul, Gunawan Budi Santoso SSos MH kepada yogyapos.com, di kantornya, Rabu (24/3/2022).
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-penyandang-cacat-berat-terima-kucuran-dana-bantuan-sosial-2798
Dinsos, jelas dia, melakukan upaya tersebut karena memang sesuai dengan perundangan dan ketentuan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Itu semua akan ditempuh dengan terlebih dahulu melakukan penyususunan program kerja yang sesuai dengan seluruh potensi SDM yang ada.
Dari program kerja ini selanjutnya dilaksanakan secara sistematis dan sinergis dengan menggandeng pihak-pihak lain, termasuk kelompok masyarakat. Sedangkan pendanaannya diambilkan dari Anggran Pendapatan dan Belanja (APBD) yang tersedia. Jumlahnya sekitar Rp 19 M.
“Kami bertekad berupaya bekerja ekstra keras dan serius agar bisa menyelesaikan tugas itu dengan sebaik-baiknya. Termasuk menghemat biaya, namun hasil kerjanya bisa maksimal,” tekad kata Gunawan.
Tentang berapa jumlah sasaran garapan, Gunawan mengatakan belum bisa diketahui secara pasti. Karena juga masih dilakukan validitasi data. Selain itu masalah sosial juga bisa seringkali berubah ubah.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-baznas-dan-dinsos-fokuskan-program-sosial-ekonomi-3666
Intinya agar para penyandang masalah sosial bisa hidup normal sesuai haknya dan derajatnya sama dengan orang lain yang notmal. Hak dan derajat sama dimaksud adalah diantaranya dalam bersosial, bermasyarakat, kewarganegaraan, bekerja dan beragama. (Spd)
