Yogyapos.com (SLEMAN) - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kembali mengukuhkan Jaringan Petani Milenial. Kali ini 24 pengurus jaringan petani Melinial yang dikukuhkan secara langsung. Pengukuhan dilakukan pada UPTD BP4 wilayah II Kelompok Tani Sidomoyo Farm Simping Sidomoyo Godean, Selasa (13/4/2022).
Bupati Kustini dalam sambutannya mengatakan, pengukuhan petani melenial merupakan upaya untuk membangun SDM muda pertan ian yang modern. Petani Melenial mempunyai hak untuk mendapatkan pembinaan, pendampingan dan akses bantuan pertanian dari npemerintah. Lebih lanjut, Kustini menjelaskan adanya Petani Melenial di Kabupaten Sleman memberikan penting bagi Gapokan dan Kelompok Tani dalam memenehui kebutuhan pangan di Kabupaten Sleman.
“Jaringan Petani Milenial sebagai mitra Pemkab Sleman dalam pengemba ngan bidang pertanian dapat berkolaborasi dengan Kaluraham dan Kapanewon di wilayah masing masing. Sehingga pengembangan pertaniam di wilayah Sleman di lakukan lebih intergritas,” ujar Kustini.

Bupati Kustini bersama para petani milenial || YP-Agung DP
Wilayah Sleman barat sendiri merupakan yang ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan yang berkelanjutan berdasarkan PeraturannDaerah Kabupaten Sleman Nomor 6 Tahun 2020. Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan berkela juta seluas 18.482,04 hektar.
Berdasarlan hal tersebut, kehadiran Petani Melenial di Sleman di ilai menjadi momen penting dalam pengembangan bidang pertanian. Terlebih sebagai lumbung pangan, Sleman memiliki potensi produk pertanian sangat besar. Tidak hanya tanaman pokok padi beras saja, tetapi juga produk holtikutural seperti cabai bawang merah dan putih tomat dan lain lain. Juga potensi produk perternakan seperti daging, susu, ayam, telur dan ikan.
“Dengan kerja keras dari anggota Gapoktan dari Kelompok Tani maka kebutuhan pangan di Kabipaten Sleman bagi penduduk Sleman sebessr 1,2 juta jiwa dapat terpenuhi, bahkan mengalami surplus sekitar 70 ribu hingga 80 ribu ton tiap tahun,” ungkap Kustini. (Agn)
