Bukber Peradi Pergerakan, Momentum 'Kehangatan' di Penghujung Pandemi

share on:
Keceriaan menghiasi wajah para dalam acaYa bukber di Cavinton Hotel Yogya, Jumat (15/4/2022) petang || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Momentum buka puasa bersama Ramadhan 1443 H yang diinisiasi Persaudaraan Advokat Indonesia (Peradi) Pergerakan DIY, dimanfaatkan untuk silaturahmi secara ‘intim’ pengurus bersama anggota dan sejumlah pengurus organisasi advokat lainnya, di Cavinton Hotel Yogyakarta, Jumat (15/4/2022) petang. Acara ini bagai 'kehangatan' di pengujung pandemi Covid-19. 

Bahkan meski acara telah usai, bincang-bincang santai dan hangat pun berlanjut hingga malam. Tampak hadir diantara mereka petinggi Kongres Advokat Indonesia (KAI) DIY Layung Purnomo SH CIL, Ketua Ikadin DIY Deddy Suwadi SR SH, Beni Tri Prasetya SH, Tryandi Mulkan SH,  Alouvie R Mustafa, AKBP (Purn) Marpaung SH dan sejumlah senior advokat lainnya.

Ketua Panitia Ganing Pratiwi SH CLA didampingi Ketua Peradi Pergerakan Yogya Fahrur Rozi SH kepada yogyapos.com mengatakan, acara buka puasa bersama ini menjadi sangat penting membangun kembali silaturahmi tatap muka setelah hampir dua tahun terkendala Covid-19.

“Lihat sendiri, nampak kehangatan. Seperti ada kanal pelepas kerinduan yang selama beberapa waktu lalu tersumbat,” tukasnya.

Apa yang disampaikan dia juga diamini Sekjen DPP Peradi Pergerakan M Syafei SH bahwa nilai silaturahmi kali ini sangat terasa. Semacam ada hasrat untuk lebih melakukan sesuatu dalam kebersamaan lintas organisasi.

“Kami sangat bersyukur dan berterimakasih kepada semua hadirin. Semoga silaturahmi ini akan berlanjut pada merealisasi gagasan-gagasan memajukan dunia advokat pada umumnya, tanpa dibatasi sekat organisasi,” ucap Syafei didampingi HM Sarbini SH, Hani Kuswanto dan Trisasono Widagdo.

Walau tidak secara formal, tapi dalam acara tersebut muncul tekad bersama unturtuk menjunjung tinggi marwah advokat sebagaimana diamanatkan UU Advokat dan Kode Etik Profesi Advokat. Terutama juga untuk urun dalam upaya praktik penegakan hukum yang dinilai carut marut.

“Saatnya bagi kita untuk percaya pada institusi penegak hukum, di sisi lain juga mengimbau agar terjadi praktik penegakan hukum yang berkeadilan,” imbuh Syafei.

Fahrur Rozi menambahkan, menyusul momentum tersebut ke depan akan dilakukan pertemuan lagi untuk menyambung kehangatan dan ngudar gagasan bagi kepentingan bersama. “Mungkin momentum yang terdekat adalah acara Hahal bi halal usai 1 Syawal 1443. Semoga saja yang hadir akan lebih banyak dari yang sekarang,” tekadnya. (Met)


share on: