Babak Baru Proyek Tol Yogya-Bawen Memasuki Tahap Konstruksi

share on:
Grounbreaking Jalan Tol Jogja-Bawen di Dusun Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Rabu (30/3/2022) || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Babak baru proses pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memasuki tahap awal konstruksi dilakukan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Jogja - Bawen (PT JJB) selaku pengelola ruas jalan tol tersebut.

Pelaksanaan proyek diawali dengan acara grounbreaking pada titik STA 75+820 Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 atau tepatnya di Dusun Sanggrahan, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Rabu (30/3/2022) pagi.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-warga-rejek-lor-menanti-kepastian-pembangunan-jalan-tol-3994

Salah satu pembangunan infrastruktur jalan yang masuk dalam daftar proyek strategi nasional (PSN) ini nantinya akan membentang dengan total panjang mencapai 75,82 Km, yang melintasi Provinsi Jawa Tengah sepanjang 68,17 Km dan di wilayah DIY sejauh 7,65 Km. Dengan periode konsesi selama 40 tahun dan nilai investasi sebesar Rp 14,26 triliun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian mengatakan target pengerjaan proyek ruas Jalan Tol Jogja-Bawen akan rampung secara keseluruhan pada 2025 dan akan terintegrasi dengan jalan tol trans Jawa di utara dan di selatan. Diakuinya tantangan terdapat yang cukup tinggi karena tetap harus menjaga daerah heritage dan kelestarian lingkungan, trase yang melewati potensi gempa, sungai lahar dingin dari Gunung Merapi hingga wilayah mata air yang harus dijaga.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-warga-dukuh-nglarang-siap-bedol-rt-untuk-jalan-tol-asalkan-peroleh-ganti-rugi-layak-3605

“Jalan Tol Jogja-Bawen nanti akan terintegrasikan dengan jalan tol Solo-Jogja-Bandara Kulon Progo,” kata Hedy kepada wartawan disela kegiatan groundbreaking.

Keberadaan jalan tol ini, jelasnya, nantinya diharspkan akan memberikan dampak yang luar biasa, memperkuat posisi Yogyakarta dalam kegiatan ekonomi dan membuka opportunity atau peluang ekonomi yang baru sepanjang toll corridor development .

“Dalam membangun jalan tol ini kita harus cepat, tapi juga tetap harus menjaga kualitas atau mutu, memastikan keselamatan konstruksi hingga menggunakan produk-produk dalam negeri. Kita percaya pembangunan jalan tol ini dapat meningkatkan peran kota Yogyakarta sebagai perkembangan ekonomi di Jawa bagian Selatan,” jelasnya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-satgas-a-didatangi-rumah-warga-terdampak-tol-yogyasolo-6337

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, R Kadarmanta Baskara Aji mengaku bangga dan pembangunan jalan tol ini merupakan momen bersejarah yakni pertama kali groundbreaking di wilayah DIY meski di Indonesia telah banyak dibangun jalan tol.

“Hari ini kami bangga dan bahagia, karena ini bersejarah, pertama kali groundbreaking jalan tol di DIY, saya kira ini perlu kita catat sebagai sejarahnya Daerah Istimewa Yogyakarta,” ungkapnya.

Sekda berharap dengan dibangunnya jalan tol sebagai penghubung antara DIY dengan Jawa Tengah dan daerah-daerah di Jawa akan memperlancar transportasi baik barang, logistik maupun penumpang. Keberadaan jalan tol akan membawa kemudahan, perjalanan lebih efisien dan lebih cepat.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-warga-banyurejo-terdampak-tol-yogyabawen-segera-peroleh-ganti-rugi-5340

“Sehingga nanti kita bisa memanfaatkan bandara YIA dengan optimal, destinasi-destinasi wisata di DIY bisa dikunjungi oleh masyarakat dengan mudah, tentu kita ingin berharap jalan tol ini akan membawa kesejahteraan masyarakat di DIY dan sekitarnya,” katanya.

Direktur Utama Lembaga Manajeman Aset Negara (LMAN), Basuki Purwadi menyampaikan bahwa jalan Tol Jogja-Bawen merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang pengadaan lahan didanai oleh APBN melalui LMAN.

 BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-ramburambu-mulai-dipasang-untuk-pengerjaan-konstruksi-tol-yogyabawen-7408

“Tadi disampaikan secara prosentase untuk trase atau sesi 1 Jogja-Bawen sudah mencapai 92,28 persen, kenapa bisa demikian karena PSN ini merupakan kerja bersama semua ekosistem yang ada, mulai dari PUPR, Pemda, BUJT dan lain sebagainya termasuk dari LMAN yang melakukan pendanaan lahan, capaian itu menunjukkan bahwa kerjasama dan koordinasi baik di lapangan maupun di pusat berjalan dengan sangat baik, oleh karena itu kami mengapresiasi semua pihak, mudah - mudahan bisa berjalan dengan baik, lancar dan Insyallah memberi manfaat untuk kita semua,” tuturnya.

Prosesi Grounbreking Jalan Tol Yogya- Bawen || YP-Eko Purwono

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pt-jjb-optimis-selesaikan-rta-tol-yogyakartabawen-dalam-waktu-dekat-6697

Direktur Utama PT JJB, Oemi Vierta Moerdika menjelaskan, dalam proses pembangunan, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dibagi menjadi 6 seksi, yaitu Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo sepanjang 8,25 Km, Seksi 2 Banyurejo- Borobudur sepanjang 15,26 Km, Seksi 3 Borobudur-Magelang sepanjang 8,08 Km, Seksi 4 Magelang- Temanggung sepanjang 16,46 Km, Seksi 5 Temanggung-Ambarawa sepanjang 22,56 Km dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen sepanjang 5,21 Km.

“Hingga saat ini, progres pembebasan lahan untuk Jalan Tol Yogyakarta-Bawen seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo sepanjang 8,25 Km telah mencapai 92,28 persen. Sedangkan, progres pembebasan lahan untuk keseluruhan seksi 1 sampai dengan seksi 6 adalah sebesar 10,45 persen,” ujar Oemi.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-warga-dukuh-nglarang-siap-bedol-rt-untuk-jalan-tol-asalkan-peroleh-ganti-rugi-layak-3605

Ditambahkannya, sesuai dengan target dan prioritas pembangunan di proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, proses konstruksi akan dimulai segera di Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo yang ditargetkan rampung pada Kuartal IV Tahun 2023. Seksi 1 ditargetkan mulai beroperasi di awal tahun 2024 yang akan terhubung dengan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Yogyakarta International Airport di Junction Sleman.

Jika pembebasan lahan sesuai dengan target, maka prioritas konstruksi selanjutnya adalah Seksi 2 Banyurejo- Borobudur, Seksi 3 Borobudur-Magelang dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen yang ditargetkan selesai pada Kuartal II Tahun 2024.

“Seksi 2 dan Seksi 3 nantinya akan terhubung dengan Seksi 1 yang telah beroperasi terlebih dahulu. Sedangkan untuk Seksi 6 juga akan diprioritaskan karena lahan lebih siap di wilayah Bawen yang terkoneksi dengan Jalan Tol Semarang-Solo, serta juga dikelola oleh anak usaha Jasa Marga, PT Trans Marga Jateng,” tambahnya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-target-fungsional-18-november-2022-begini-kondisi-tol-semarangdemak-seksi-ii-8836

Sementara itu konstruksi untuk Seksi 4 Magelang-Temanggung dan Seksi 5 Temanggung-Ambarawa direncanakan rampung pada Kuartal IV Tahun 2024 yang akan melengkapi pengoperasian Jalan Tol Yogyakarta-Bawen secara penuh. Hal ini menyesuaikan dengan rencana alokasi dana pembebasan lahan dari Pemerintah serta menimbang kondisi medan yang berupa perbukitan sehingga harus dilakukan pembangunan tunnel atau terowongan sepanjang 500 meter di Seksi 5.

“Menindaklanjuti arahan Menteri PUPR terkait aspek menjaga kelestarian lingkungan hidup, maka pada Seksi 5 kami membangun konstruksi tunnel/terowongan yang menembus wilayah perbukitan, berlokasi di STA 20+300 s.d STA 20+800. Tidak hanya itu, kami juga membangun konstruksi elevated sepanjang 4,4 Km di atas Selokan Mataram yang merupakan cagar budaya Yogyakarta,” tutup Oemi. (Opo)

 


share on: