Yogyapos.com (BANTUL) - Anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil DIY, H Sukamto SH sangat konsen dengan kesehatan masyarakat. Baginya, derajad dan tingkat kesehatan masyarakat penting diupayakan agar mengalami peningkatan. Sebab peningkatan kesehatan berdampak positif padaelan vital yang membuat mereka memiliki etos kerja demi meraih kesejahteraan dan kebahagiaan.
Sebagai salah satu upaya itu, Sukamto mengadakan kegiatan Komuniasi, Informasi dan Eduksi (KIE) Obat dan Makanan bersama tokoh masyarakat dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) DIY, di Aula Kalurahan Timbulharjo, Sewon Kabupaten Bantul, Jumat (18/3).
“Atensi ini untuk memberikan wawasan dan pengetahuan dalam pola hidup sehat terkait dengan obat-obatan dan makanan yang ada di pasaran (masyarakat),” ujar H Sukamto SH, saat menyampaikan materi dan berdialog dengan masyararakat pada acara ini.
Acara yang diikuti ratusan ratusan warga dan 30 Lurah termasuk Lurah Timbulharjo Hanif Arkham Haibar SPd, serta Pembina Banser Kabupaten Sleman Eko Djoko Widiyatno SH CIL ini mendatangkan nara sumber dari Balai Besar POM DIY, yang memang memiliki kompetensi di bidang obat. .
Sukamto mengungkapkan, hidup sehat merupakan keinginan semua orang. Maka setiap orang harus kritis memiliki pengetahuan terkait dengan obat dan makanan. Masyarakat harus tahu mana obat yang boleh dikonsumsi sesuai peruntukannya dan mana pula yang tidak. Selain itu berapa dosisnya juga harus diketahui dan sesuai dengan kebutuhan diri seseorang.
“Contoh, kunir baik untuk kesehatan. Namun jika mengkonsusinya berlebihan dsn tidak sesuai aturan, maka juga berbahaya bagi kesehatan seseorang. Sehingga dalam mengkonsumsinya harus sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Pengetahuan itu harus dimiliki oleh setiap orang,” sambungnya.
Janganlah, misalnya, karena kebutuhan dan sudah usia lanjut hanya karena untuk pemenuhan seksualitas, justru seseorang meminum obat kuat. Ini juga ada efek negatifnya bagi kesehatan diri.
Sukamto juga menyatakan, acara kali ini diadakan terkait untuk menghadapi Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1443, agar masyarakat aman dari obat dan makanan yang dilarang untuk dikonsumsi. Sehingga menunaikan ibadah shaum dan berlebaran dengan nyaman dan aman,” tutur Sukamto.
Sementara itu, Staf Informasi dan Komunikasi Balai POM DIY, Diah Tjahjono Wati, mengimbau masyarakat agar teliti dan hati-hati dalam memilih, membeli dan mengkonsumsi obat maupun makanan.
“Jangan sampai kita membeli dan mengkonsumsi obat dan makanan yang kadaluwarsa. Anda semua haruslah tahu kode digit yang ada labenya. Untuk obat tradisional digitnya ada 9 dan yang pabrikan 11 digit,” jelas Diah.
Ia juga mengingatkan masyarakat berhati-hati mengetahui obat mana yang tepat dan tidak tepat untuk dikonsumsi. Jangan terbiasa pada obat yang cespleng (sangat mujarab), karena obat itu justru kriteria dosisnya tinggi sehingga efek ketergantungan pada pengonsumsinya.
Sedangkan Lurah Timbulharjo, Hanif Arkham Haibar SPd, dalam sambutannya mengatakan menyambut positif diadaknnya acara ini. “Saya dan warga berharap program aspirasi Bapak Sukamto untuk Timbulharjo bisa terealisasi dengan sebanyak-banyaknya. Selain itu masyarakat semoga bisa bertambah pegetahuannya tentang obat dan makanan.
Di penghujung acara, Sukamto dan Diah Tjahjono Wati membagikan doorprize kepada masyarakat yang dinilai kreatif dan bisa menjawab pertanyaan narasumber terkait selayang pandang obat dan makanan. (Spd/Met)
