Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebagai upaya mengantisipasi segala bentuk bencana yang berpotensi terjadi di wilayah DIY, perlu dipersiapkan tata kelola manajemen risiko bencana dan kesiagaan lintas instansi terkait, agar dampak yang ditimbulkan dapat diantisipasi sejak dini.
Pernyataan tersebut seperti dikatakan oleh Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X saat memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan bencana yang berlangsung di halaman GOR Amongrogo Yogyakarta, Selasa (9/11/2021).
“Agar seluruh jajaran diharapkan mampu mempersiapkan diri secara maksimal dengan dukungan sumber daya yang dimiliki, baik personel maupun sarana dan prasarana. Seluruh personel dan sarana prasarana harus dikerahkan dan berperan aktif dalam rangka penanggulangan bencana alam, utamanya di tengah pandemi Covid-19 level 2 saat ini,” kata dia
Disebutkannya, terdapat 6 point penting yang harus dipedomani dalam pelaksanaan tugas pengelolaan bencana, diantaranya yaitu tetap menjalin koordinasi dan sinergitas dengan seluruh instansi terkait, melaksanakan pelatihan bersama, lakukan sambang dan himbuan kepada seluruh warga.
“Selanjutnya, lakukan pemetaan dan pantau perkembangan situasi terutama pada wilayah rawan bencana, siapkan seluruh administrasi serta sarana dan prasarana dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.
Kabid Humas Polda DIY mengatakan, wilayah DIY berpotensi bencana, diantaranya erupsi Gunung Merapi, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, ombak besar, gempa bumi, dan potensi tsunami, yang dapat mengakibatkan kerugian jiwa dan harta benda masyarakat.
“Bencana terbesar yang pernah melanda DIY adalah gempa bumi 5,9 Skala Richter pada tahun 2006 dan erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 yang telah banyak menimbulkan korban,” katanya.
Yuliyanto menambahkan pada penghujung tahun 2021, pengaruh La Nina di wilayah DIY berdampak pada peningkatan intensitas curah hujan yang diatas rata-rata sejak awal musim penghujan. Pada bulan Oktober-November 2021, curah hujan memang cukup tinggi, sehingga mencapai tingkat curah hujan sekitar 60 persen.
“Pengaruh La Nina diperkirakan masih akan berlanjut hingga bulan Februari 2022. Peningkatan curah hujan jelas berpotensi mengakibatkan bencana berupa banjir, tanah longsor dan angin kencang,”ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh personel Kapolda DIY, BPBD DIY, BASARNAS DIY, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Polisi Pamong Praja, SAR DIY serta SAR Linmas Resque Istimewa DIY. (*/Opo)
