Vaksinasi Merdeka Disambut Antusias Masyarakat Transportasi

share on:
Kapolres Bantul bersama pengurus Organda usai pelaksanaan vaksinasi || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Upaya mencegat persebaran Covid-19 dengan cara vaksinasi terus dilakukan oleh berbagai instansi maupun elemen masyarakat. Tak terkecuali Polres Bantul dalam rangka Hari Lalulintas Bhayangkara ke-66 melakukan hal yang sama.

Mengusung tagline ‘Vaksinasi Merdeka Transportasi Street’, vaksinasi digekar, di rumah kediaman Ketua Organda DIY (garasi bus GG), F Hantoro, Kalurahan Imogiri Kapanewon Imogiri, Bantul, Jumat (27/8/2021).

“Untuk upaya menuntaskan vaksinasi, kali kami melakukan vaksinasi dengan menyasar para pelaku tranportasi darat sebanyak 500 orang,” kata Kapolres Bantul AKBP Ihsan SIK didampingi Kasat Lantas, AKP Gunawan SH MH dan jajarannya antara lain Ipda Wasito SH MH dan Ipda Sumaryono, Jumat (27/8).

Dijelaskan, Polres Bantul memang telah melakukan vaksinasi terhadap masyarakat luas beberapa kali hingga mencapai belasan ribu. Namum hingga kini belum tuntas, maka dalam beberapa hari mendatang juga akan melanjutkan kegiatan sama di sejumlah tempat.

“Nantinya sasarannya termasuk kepada siswa (murid) sekolah dan masyarakat yang rentan termasuk para lanjut usia (lansia) dan lainnya,” tambah Ihsan. 

Aksi Polres Bantul umumnya dan khususnya oleh Satlantas kali ini merupakan bagian penting untuk mensukseskan vaksinasi di wilayah hukum Mapolres Bantul. 

Dengan vaksinasi kepada pelaku transportasi guna mempersipkan menghadapi jika nantinya PPKM telah usai. Artinya, jika sewaktu-waktu situasi telah normal, maka para pelaku tranportasi bisa melakukan bekerja melayani sebagaimana biasanya seperti sebelum Pandemi Covid-19.

Sementara itu, Ketua Organda DIY F Hantoro, disela vaksinasi menyatakan menyambut positif diadakannya vaksinasi kali ini. 

“Dengan diselenggarakan vaksinasi ini sebagai upaya positif agar para pelaku tranportasi terhindar dari Covid-19 (tidak tertulari dan menulari orang lain). Selain itu juga dapat beraktivitas bekerja dengan normal saat situasi dan keadaan normal kembali,” kata Hantoro. 

Pada kesempatan sama, sejumlah peserta vaksin mengungkapkan, pihaknya merasa senang dan lega karena bisa mengikuti vaksinasi tahap 1 kali ini. Beberapa peserta yang terpaksa tidak divaksin karena terhalang hasil memeriksaan medisnya terhadap dirinya tidak memenuhi. Misalnya karena tekanan darahnya tinggi. (Supardi)

 


share on: