Terjadi Redesain Rencana Tol Solo-Yogya-Airport Melintasi Masjid Patok Negoro Mlangi

share on:
jalan utama menuju Dusun Gombang, Tirtoadi, Mlati, Sleman || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Izin Penetapan Lokasi (IPL) rencana pembangunan jalan Tol Solo-Yogyakarta-Yogyakarta International Airport (YIA) atau Trase Tol Yogya- Solo Sesi III hingga kini tak kunjung kelar, lantaran dilakukan redesain yang melintasi kawasan cagar budaya Masjid Patok Negoro Mlangi di Nogotirto, Kapanewon Gamping, Sleman. Kondisi itu membuat warga calon terdampak proyek strategis nasional (PSN) menjadi semakin cemas.

Keresahan itu dirasakan warga Dusun Rajek Lor, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati saja, namun kini meluas hingga ke wilayah Dusun Gombang yang letaknya di sebelah barat dari Rajek Lor.

Kabar santer beredar di tengah masyarakat terkait perubahan desain jalan tol yang menyebutkan trase jalan tol Yogya-Solo Sesi III berubah dan bergeser dari Dusun Rajek Lor ke Dusun Gombang yang terletak sekitar 500 meter ke arah Barat.

Pantauan yogyapos.com di lapangan, Rabu (16/6/2021) terlihat sejumlah patok pipa pralon dicor semen dan diberi tanda merah putih dan putih kuning di wilayah RT 02 RW 24 Dusun Rajek Lor hingga di area persawahan di sisi Utara dusun, ada juga pita berwarna merah terpasang pada pohon di wilayah RT 03 dengan dibubuhi angka dan huruf.

“Kalau di wilayah kami sudah dipasang patok cor pralon seperti itu, ada yang dicat warna merah putih dan ada yang kuning putih. Tapi kok infonya tol ngak jadi melewati wilayah kami, katanya digeser ke barat ke Dusun Gombang karena ada perubahan jalur. Kalau saya pernah mengikuti sosialisasi di kantor Kalurahan dan sudah mengumpulkan dokumen-dokumen kepemilikan lahan,” kata salah satu warga RT 02 Dusun Rajek Lor yang enggan disebut namanya.

Hari Cahyono, Dukuh Gombang membenarkan beredarnya desas-desus di tengah masyarakat perihal wilayahnya bakal dilintasi Trase Jalan Tol Yogya-Solo Sesi III, akan tetapi dirinya menepis kabar tersebut.

“Tentang pergeseran ruas jalan tol Jogja-Bandara ke wilayah ini memang sempat menjadi isu di masyarakat. Saya sendiri mewakili pemerintahan di tingkat dusun, belum mendapatkan kabar dan kebenaran soal isu tersebut,” tandasnya.

Hanya saja, ungkap dia, masyarakat mengingkinkan segera ada kejelasan dari pihak terkait kepastian penetapan lokasi sehingga masyarakat calon terdampak proyek jalan tol akan lebih siap.

“Kami mewakili warga sangat mendukung pembangunan strategis nasional ini. Saat ini warga menantikan kepastian titik koordinat yang pasti dengan sesuai IPL yang diturunkan, sehingga warga terdampak akan segera mempersiapkan diri segala sesuatunya,” tuturnya.

Carik Kalurahan Tirtoadi, Muh Ridwan SIP ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihaknya perihal redesain jalan tol yang berubah dari Dusun Rajek Lor ke Dusun Gombang.

“Isunya memang begitu, tapi sampai sekarang belum ada keterangan resmi ke kalurahan, dengan begitu asumsi saya, saat ini masih sama dengan titik awal,” jelasnya melalui pesan singkat, Rabu (16/6/2021). (Eko Purwono)

 

 


share on: