Rombongan Pemkab Tana Tidung Studi Banding Tata Kelola Birokrasi di Bantul

share on:
Wakil Bupati Tana Tidung Hendrik bertukar cindera mata dengan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Senin (6/12/2021) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kabupaten Tana Tidung Propinsi Kalimantan Utara melalui Wakil Bupati Hendrik, rombongan anggota DPRD dan 32 Kepala desa beraudensi dengan Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, di Parasamya, Senin (6/12/2021). Audiensi dilanjutkan dengan studi banding mengenai tata kelola birokrasi dan tata cara pemanfaatan desa.

“Maksud kunjungan kami ingin belajar birokrasi dan pemanfaatan desa yang dilakukan Bantul. Ini untuk diterapkan di wilayah kami,” kata Wakil Bupati Tana Todung, Hendrik.

Studi banding ini sekaligus orientasi lapangan guna meningkatkan kapasitas kepala desa seusai para kepala desa ini mendapatkan pembekalan selama 18 hari di Tana Tidung tentang pengelolaan desa. Selain itu kedepan agar para kepala desa dapat mengikuti secara langsung tugas dan fungsinya, terutama persiapan mereka menerima Dana Desa pada tahun depan. 

“Agar kedepan penggunaan dana desa tepat program dan anggaran serta mendorong ekonomi masyarakat desanya masing-masing,” jelas Hendrik.

Sementara Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih menanggapi hal tersebut mengatakan, bahwa Kabupaten Tana Tidung yang memiliki luas wilayah delapan kali wilayah Kabupaten Bantul dengan jumlah penduduk yang masih sedikit sehingga masih mudah untuk melakukan perencananaan dan penataan wilayah.

“Pembangunan pedesaan di Bantul menjadi prioritas pembangunan. Pemerintah desa selain mendapatkan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa dari pemerinta pusat, APBD Kabupaten Bantul juga memberikan banyak alokasi bantuan diantaranya BKK, P2MD, dan Program Pemberdayaan Masyarakat Padukuhan,” kata Halim didampingi Wabup Joko Purnomo. 

Semua itu dilakukan guna mendorong percepatan pembangunan di padukuhan dan kalurahan. Selain itu desa juga didorong untuk menggali pendapatan dan potensi melalui usaha-usaha yang dikelola Bumdes sehingga desa-desa ini memiliki sumber keuangan yang cukup besar untuk menbangun desanya.

Diyakini untuk menjadi kabupaten yang maju dan sejahtera itu dari desa. Kalau 75 desa di Bantul maju dan sejahtera otomatis Kabupaten Bantul juga akan maju dan sejahtera. (Spd)

 


share on: