PTM di SMPN 2 Bambanglipuro Disertai Pengetatan Prokes

share on:
Siswa siswi SMPN 2 Bambanglipuro Bantul nampak serius dan semangan mengikuti PTM || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - SMP Negeri 2 Bambanglipuro Kabupaten Bantul melaksanakan Pembejaran Tatap Muka (PTM) dengan pengetatan protokoler kesehatan (prokes) bagi para siswa siswi, guru, karyawan dan para tamunya. 

“Memang sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah termasuk dari Pemkab Bantul dan Dinas Pendidikan pelaksanaan PTM di sekolah dimulai awal Januari 2022. Kami melaksanakannya dengan mentaati prokes,” kata Kepala SMP Negeri 2 Bambanglipuro Bantul, Edi Suryanto MPd didampingi Wakasek Projo Sukardi MPd kepada yogyapos.com, di sela bertugas melaksanakn supervisi di sekolah ini, Selasa (18/1).

Dikatakan, salah satu cara untuk pengetatan prokes yang dilakukan memberlakukan dan mempergunakan kursi/meja kuliah satu buah untuk setiap siswa. Semula satu meja untuk dua siswa kini hanya satu kursi untuk seorang siswa. Ini bertujuan supaya selala jaga jarak dan antisipasi kerumunan. 

Sedangkan untuk prokes lainnya yang juga diterapkan diantaranya meliputi cuci tangan dan bermasker juga wajib ditaati bagi para siswa, guru, karyawan dan wali murid bahkan tamu. Tentang waktu belajar masih dibatasi yaitu enam jam setiap harinya. 

“Dengan cara deemikian kegiatan PTM diharapkan berjalan lancar, tertib dan aman. Selain itu guna mengantisipasi kemungkinan akan terjadinya penyebaran Covid-19. Dengan demikian target pencaian PTM diharapkan juga bisa terpenuhi,” tambah Projo Sukardi. 

Selain itu, untuk menghindari kerumunan, maka kantin (warung) sekolah juga belum diperbolehkan buka. Siswa yang akan dan minum diharuskan membawa bekal sendiri dari rumah. 

Sementara itu dua siswa, Nisa dan Aulia, menuturkan dirinya senang dan lega dengan diadakannya PTM setelah lama tidak diadakan dan terpaksa belajar melalui daring di rumah.

“Menurut hemat kami bahwa PTM lebih enak dan nyaman dibamdingkan dengan sistim daring karena dengan PTM lebih mudah dalam menangkap maupun memahami materi pelajaran. Selain itu juga rasanya belajar melalui daring juga menjenuhkan,” katanya. (Spd)

 


share on: