Yogyapos.com (BANTUL) - Proyek padat karya di Kabupaten Bantul tahun 2021 yang dananya berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) DIY dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah dimulai dilaksanakan. Proyek ini ditujukan untuk memberdayakan sekaligus mengurangi derita masyarakatnya di saat pandemi Covid-19.
“Proyek padat karya ini tentu untuk menghasilkan pembagunan fisik berupa corblok dan bangket talut yang bagus. Selain itu guna memberikan lapangan kerja musiman, membuka serta menciptakan peluang usaha serta hiburan masyarakat,” kata Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih, saat mencanangkan dan membuka pengerjaan padat karya BKK, di Bunsing Kapanewon Pajangan, Rabu (4/8/2021).
Melalui padat karya warga bisa bekerja selaku tukang (tenaga kerja). Membuka warung yang juga pembelinya bisa bertambah karena para tukang juga membeli makanan sldan minuman. Mereka juga bisa terhibur melalalui bekerja sambil bergurau secara bersama.
“Namun, kesemuanya diharapkan tetap mentaati protokoler kesehatan yang berlaku. Ini untuk percepatan pemberantasan Covid-19 di Bantul yang hingga kini masih perlu ditingkatkan,” lanjut Halim.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul, Aris Haryanto didampingi Sekretaris Dinas Istirul Widilastuti, di sela acara ini, menjelaskan jumlah padat karya yang dana anggarannya asalnya dari BKK ada 60 titik (lokasi). Setiap titiknya sebesar Rp 160 juta. Yang anggarannya dari APBD Bantul sebanyak 103 titik. Setiap titiknya mempergunakan Rp 100 juta.
“Waktu pengerjannya selama 18 hari nulai hari ini. Per titiknya dengan mempekerjakan 52 naker dan satu orang pengawas lapangan dan seorang ketua kelompok,” jelas Istirul. (Supardi)
