Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kabupaten Bantul masih terus mengejar target vaksinasi terhadap 800 ribu warganya. Pelaksanaannya dilakukan bekerjasama dengan sejumlah pihak termasuk Universitas Alma Ata, dan hingga kini sudah tembus 30 persen.
“Progres realisasinya masih 30 persen. Makanya masih terus dikebut vaksinasi ini,” kata Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih bersama Kapolres Bantul, AKBP Ihsan SIK saat melakukan monitoring pelaksanaan vaksinasi di Universitas Alma Ata, Kasihan Bantul, Rabu (18/8/2021).
Bupati menyambut baik program vaksinasi Covid-19 yang dilakakukan oleh Polres Bantul bekerja sama dengan pihak Universitas Alma Ata. Vaksinasi yang dilakukan kali ini merupakan suatu kegiatan yg dapat mempercepat capaian vaksinasi Covid-19 di Bantul. Dengan pelaksanakaan ini dapat mempercepat vaksinasi lebih-lebih yang di vaksinasi pada hari ini adalah kelompok produktif.
Dalam program vaksinasi Covid-19 di kampus yang terletak di Jalan Ringroad Barat atau Jalan Brawijaya menargetkan terhadap 1.200 orang. Mereka adalah kelompok produktif seperti mahasiswa dan remaja yang memiliki mobilitas tinggi sangatlah penting sehingga berguna bagi yang memiliki mobilitas tinggi karena rentan terpapar Covid-19.
“Alhamdulilah Kepolisain Republik Indonesia melakukan vaksinasi di kampus ini. Saya ucapkan terimakaih kepada Kapolres Bantul, Rektor Alma Ata dan teman2 BEM Alma Ata,” kata Bupati.
Sementara itu Rektor Universitaa Alma Ata, Prof Dr Hamam Hadi MS ScD SpGK, mengatakan untuk kedepan Universitas Alma Ata berkomitmen membantu Pemerinatah Bantul dan pihak Kepolisan agar cakupan vaksinasi cepat selesai dengan demikian Covid-19 di Bantul khususnya dan Indonesia dapat segera turun.
“Sudah tidak boleh masyarakat kita berdiskusi dan berpolemik tentang pentingnya vaksin, karena semua ini adalah bagian dari sunnatullah yang telah dibuka oleh para ahli. Jadi kedepan bahwa universitas Alma Alta sebagai salah satu universitas yang memiliki prodi-prodi kedehatan dan oleh karena itu berkomitmen akan membantu kegiatan seperti ini dengan melibatkan relawan-relawan mahasiswa untuk turun ke masyarakat,” tuturnya.
Dikatakan, penerjunan relawan-relawan mahasiswa kesehatan karena beban tenaga kesehatan saat ini sudah kewalahan, sehingga nantinya ketika relawan mahasiswa kesehatan ini membantu program vaksinasi maka cakupan vaksinasi masyarakat Bantul lebih luas. (Supardi)
