Pemkab Bantul Susun Road Map Pengembangan Berbagai Sektor, Termasuk Arus Laut dan Tambang

share on:
Bupati Abdul Halim Muslih saat memimpin road map pengembangan sektor pertanian, industri dan pariwisata, di Hotel Ros In, Jumat (12/11) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Pemkab Bantul menyusun road map pengembangan sektor pertanian, industri dan pariwisata. Kick Off Meeting agenda ini berlangsung, di Hotel Ros In, Jumat (12/11).  

Penyusunan road map ini bertujuan untuk menghasilkan strategi percepatan dalam mewujudkan prioritas pembangunan seperti yang dituangkan dalam dokumen RJPMD Kabupaten Bantul tahun 2021-2026. 

Acara dipimpin oleh Bupati H. Abdul Halim Mislih, dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi serta pakar yang melakukan pemaparan analisa dalam kegiatan tersebut.

“Meskipun berdasarkan hasil kajian potensi Bantul tidak hanya di tiga sektor tersebut, melainkan juga memiliki potensi energi yaitu arus laut dan tambang. Tetapi karena ketiga sektor tersebut berada pada tiga besar PDRB, maka diprioritaskan,” kata Bupati Abdul Halim Muslih. 

Selain itu, ungkapnya, populasi masyarakat Bantul yang besar dalam ketiga sektor tersebut juga menjadi salah satu alasan dikerucutkannya fokus pembangunan ke depan pada tiga sektor tersebut.

Potensi dan daya dukung yang dimilikinya yang sangat besar pada tiga sektor tersebut juga telah diakui dan mendapatkan sejumlah penghargaan diantaranya penetapan Bantul sebagai Kabupaten kriya terkuat di Indonesia oleh Badan Ekonomi Kretif pada tahun 2017. 

“Dan baru-baru ini Bantul juga ditetapkan sebagai salah satu dari sedikit kabupaten yang ditetapkan sebagai food eastate oleh Kementerian Pertanian,” sambungnya. 

Halim memaparkan, untuk daya dukung sektor pariwisata bahwa Bantul memilki pantai Parangtritis yang menurut data Dinas Pariwisata DIY, Parangtritis setiap tahunnya 3.5 juta wisatawan. Dari 3.5 juta wisatawan yang berkunjung ke Parangtritis tersebut, Bantul mendapatkan PAD Rp 35 milyar per tahun. Belum lagi pariwsata yang dikembangkan berdasar komunitas atau Comunity Based Tourism (CBT) dengan jumlah mencapai 43 kelompok. (Spd)

 


share on: