Yogyapos.com (BANTUL) - Sektor industri menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Bantul, disamping sektor pertanian dan pariwisata. Pembangunan ketiga sektor ini diharapkan twrwujud hingga layak dicatat oleh organisasi ekonomi dunia seperti Unesco.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bantul Drs H Abdul Halim Muslih saat memimpin desiminasi penyusunan dokumen ‘Road Map’ pengembangan Industri, Pertanian dan Pariwisata 2022, Senin (20/12/2021).
“Road Map yang disusun kali ini tidak hanya sekedar semacam jadwal dan rencana semata. Melainkan harus benar-benar terealisasi sesuai dengan targetnya. Sehingga ketiga sektor tersebut meningkat pesat,” tegas Bupati.
Guna mencapai hal itu, pihaknya menyatakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menanganinya yaitu Dinas Peirndustrian, Dijas Pertanian dan Dinas pawisata harus mampu membuat rencana kerja. Kemudian mampu melaksanakannya dengan hasil yang maksimal.
“Syukur-syukur bisa mentargetkan dan meraih pengakuan dari Unesco bahwa Bantul sebagai daerah yang berhasi menjadi pencetus, mengaplikasikan dan berhasil si tiga sektor ini. Ini sebagai mana untuk Bandung sebagai wilayah desain, Ambon (Musik) dan Pekalongan (batik). Ini untuk Bantuk diwujudkan bersama,” katanya.
Bupati mengingatkan, waktu yang tersedia untuk penysunan ‘Road Map’ memang pendek. Namun justru menjadi tantangan bagi Bantul dalam menatap masa depan supaya maju.
Ketua Panitia dari Bapeda Bantul dalam laporannya mengatakan acara ini dimamaksudkan agar ketiga sektor itu bisa maju. Selain itu juga merupakan bagian dari penjabaran dokukumen Recana Pembagunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bantul 2021/2026 Bantul.
Dalam pertemuan diikuti 40 peserta ini juga menghadirkan pemateri lain yaitu Dekan Fakultas Emonomi dan Bisnis UGM, Amirillah Setya Hardi SE Cand Oecon PhD, Sunaji Zamroni S ST MSc, Ketua STMIK AKAKOM ogyakarta Sri Rejeki M Kom. (Spd)
