Yogyapos.com (SLEMAN) - Pembersihan lahan atau land clrearing guna persiapan konstruksi proyek infrastruktur Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 bakal dikerjakan pada awal Januari 2022. Titik lokasi pembersihan lahan diawali di wilayah Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.
“Pembukaan lahan dimulai pada bulan Januari 2022, bisa dimulai dari Tirtoadi,” jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Sesi I, Wijayanto disela kegiatan Pembayaran Uang Ganti Kerugian di Kalurahan Margodadi, Sayegan, Senin (6/12/2021).
Menurut dia, sejauh ini progres atau realisasi proses pembebasan lahan untuk proyek Jalan Tol Yogyaa-Bawen Sesi 1 telah mencapai lebih kurang 70 persen dan ditargetkan rampung pada Desember 2021.
“Pembebasan lahan ditargetkan selesai pada akhir bulan Desember mungkin sudah 100 persen untuk tanah hak milik warga yang terdampak, sedangkan untuk tanah kas desa atau TKD masih menunggu izin dari Gubernur DIY,"ujar pria yang akrab disapa Pak Totok ini.
Untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial yang terimbas pembangunan jalan tol, termasuk tanah kas desa (TKD), pihaknya tengah mengupayakan agar segera terselesaikan proses pembebasannya hingga tuntas.
"Kecuali yang bangunan sekolahan, masjid, mushola, makam, sebelum kita bersihkan akan kita pindahkan dulu,” ungkapnya.
Disinggung terkait pemenang tender pelaksana konstruksi salah satu proyek strategi nasional (PNS) ini, bahwa saat ini sedang dalam proses tender.
“Nanti pengumuman (pemenang tender) bulan Desember ini,” katanya.
Lurah Margodadi, Djalmo Susilodiprodjo dalam kesempatan kegiatan pembayaran uang ganti kerugian dan pelepasan hak atas obyek berpesan kepada warga terdampak agar bijak dalam memanfaatkan UGK.
“Tadi saya sampaikan kepada warga kami yang kebetulan pada hari ini mendapatkan pembayaran ganti rugi jalan tol agar dimanfaatkan sebaik-baiknya, kalau bisa diberikan tanah lagi. Untuk di wilayah kami terdapat 76 by name atau penerima, dan ada 4 bidang merupakan tanah kas desa, untuk yang tanah kas desa kita harus mengajukan izin Gubernur DIY,” terang dia.
Seperti pernah diberitakan, jalan tol ini akan melintasi dua provinsi sekaligus, yaitu Provinsi Jawa Tengah sepanjang 67,05 kilometer dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 8,25 kilometer.
Pembangunan terdiri 6 Seksi yaitu Seksi I Yogyakarta-SS Banyurejo (8,25 kilometer), Seksi II SS Banyurejo-SS Borobudur (15,26 kilometer), Seksi III SS Borobudur-SS Magelang (8,08 kilometer), Seksi IV SS Magelang-SS Temanggung (16,64 kilometer), SS Temanggung-SS Ambarawa (22,56 kilometer), SS Ambarawa-Interchange (IC) Bawen (5,21 kilometer). (Opo)
