Yogyapos.com (BANTUL) - Kepala Badan Wakaf Indonesia (BWI) DIY, KH Fahmy Akbar Idreis, mengatakan hingga kini secara umum pemahaman masyarakat terhadap wakaf masih terbatas pada wakaf tanah. Padahal wakaf juga bisa berupa uang.
“Maka perlu diberikan penerangan kepada masyarakat agar khalayak dan nadzir (pewakaf) menjadi paham bahwa materi yang diwakafkan juga bisa berupa uang dan tidak terbatas pada tanah saja,” kata Fahmy Akbar Idreis, pada Pengukuhan Perwakilan BWI Kabupaten Bantul periode 2021/2024, di Lantai 3 Parasamya Pemkab Bantul, Selasa (28/12).
Pihaknya sudah seringkali memberikan sosialisasi dan penerangan tentangnya kepada masyarakat melalui berbagai cara. Namun hasilnya belum maksimal, maka perlu peningkatan dan pengefektifan yang lebih bagus.
Bahkan BWI DIY juga sering melakukan bimbingan dan pelatihan kepada para pengugrus dan petugas BWI, namun para petugas yang dikirimkan tidak berkelanjutan dalam menuntaskan urutan materi. Setiap kali ada pelatihan lanjutan, peserta yang ikut dan yang akan bertugas sebagai pengekskusi benda wakaf (nadzir) bergantian, sehingga materi yang siberikan terpaksa mulai lagi dari awal.
“DIY termasuk Bantul potensial terdapat banyak pewakaf (wakif). Maka diharapkan bisa ditangani secara serius dan profesional yang arahnya untuk sosial demi peningkatan keswmejahteraaan umat (masyarakat). Kesejahteraan antara lain meliputi guna membantu biaya pendidikan dan kesehatan serta tempat tinggal yang tak layak huni", katanya.
Maka, profesionalisme dan kerja keras dalam rangka beribadah guna kesejahteraaan umat diharapkan bisa dijalankan oleh BWI. Ini bisa dilakukan kerja sama melalaui dan dengan pihak lain, misalnya Dinas Sosial.
Sedangkan pihak pengelola dan penerima wakaf adalah bukan BWI. Melainkan pihaknlain antara lain LazizNu dan LazizMu. BWI tugasnya memberikan penerangan, bimbingan dan motivasi kepada masyarakat agar berwakaf.
Sementara itu, Sekda Bantul, Helmi Jamharis, saat membacakan sambutan Bupati H Abdul Halim Muslih mengatakan, pihaknya menyambut positif dan senang dengan adanya pengukuhan ini.
“Dengan adanya BWI harapannya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini bisa dilakukan kerja sama dengan beebagai pihak termasuk dengan Pemkab Bantul,” katanya.
Pada kesempatan sama, Kepala Kantor Kemenag Bantul, H Aidi Johansyah SAg MM, selaku pembina BWI Bantul, mengatakan pihaknya dalam memberikan perangan tentang perwakafan akan memberdayakan para petugas penyuluh agama si semua KUA dengan jumlah 7 hingga 8 personil per KUA. (Spd)
tonton videonya:
