Yogyapos.com (SLEMAN) - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sleman, Bambang Marsana SH dicatut namanya dengan modus meminta donasi bagi korban Erupsi Gunung Semeru di Lumajang.
Modus penipuan mengatasnamakan pejabat korps Adhyaksa ini dilakukan pelaku dengan cara menghubungi calon korban, dalam hal ini Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman, melalui saluran telepon. Namun aksi penipuan tersebut dapat digagalkan.
“Ada seseorang mengaku sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sleman dan meminta untuk donasi korban Semeru kepada Bawaslu Sleman, peristiwanya hari ini,” kata Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Sleman, Sidrotul Akbar SH kepada yogyapos.com di kantornya, Rabu (5/1/2022).
Dijelaskan, setelah dilakukan konfirmasi dari pihak Bawaslu Sleman kepada Kejari Sleman, dipastikan bahwa permintaan sumbangan hanyalah upaya tipu daya. Akbar mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dan jangan mudah percaya dengan pelaku yang memanfaatkan nama pejabat.
“Kami imbau masyarakat jangan langsung percaya jika mendapatkan telpon dari seseorang yang belum dikenal, apalagi dengan meminta sejumlah uang mengatasnamakan pejabat, sebaiknya dikonfirmasi dulu kebenaranya,” pesan dia.
Ketua Bawaslu Sleman, Abdul Karim Mustofa membenarkan adanya upaya penipuan.
“Tadi ada telpon ke kantor, yang nerima staf, dimintakan cek tapi setelah dicek bukan nomornya (Nomor Kejari Sleman - red), akhirnya kami abaikan,” kata Karim melalui pesan singkatnya. (Opo)
