Menteri Sofyan Djalil Bayar UGK Tol Yogya-Bawen Miliaran Rupiah

share on:
Menteri Sofyan Djalil menyerahkan secara simbolis UGK pengadaan tanah pembangunan Jalan Tol Yogya-Bawen Sesi I, di Aula Kalurahan Banyurejo, Tempel, Sabtu (29/1/2022) || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN RI, Dr Sofyan Djalil menyerahkan secara simbolis uang ganti kerugian (UGK) pengadaan tanah pembangunan Jalan Tol Yogya-Bawen Sesi I, di Aula Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sabtu (29/1/2022). Turut mendampingi Menteri, Tenaga Ahli Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Pertanahan Arie Yuriwin.

Penyerahan UGK disampaikan kepada perwakilan 4 orang yang berhak atas tanah yang terimbas proyek strategi nasional itu. Mereka adalah Badarudin menerima Rp 2,3 miliar dengan luas tanah 1,322 m2, Erni Purnamasari menerima Rp 1,38 miliar dengan luas lahan 756 m2, Rp 1,33 miliar diterima oleh Wagimin dengan total luas 429 m2 dan Bukhori mendapatkan UGK senilai Rp 1 miliar dengan total lahan 852 m2.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah bekerjasama dengan baik sehingga proyek strategi nasional jalan Tol Yogya-Bawen Sesi 1 ini pembebasan lahannya sudah hampir 100 persen selesai, diharapkan proyek ini selesai pada tahun 2024,” kata Sofyan Djalil kepada wartawan disela kegiatan.

Diungkapkan, proses percepatan pembebasan lahan pada proyek ruas Jalan Tol Yogya-Bawen Sesi 1 telah berlangsung dengan lancar dan sangat fair sehingga berjalan dengan baik.

“Kami berpesan agar uang itu (UGK-red) dimanfaatkan dengan  baik, jangan sampai uang yang banyak ini menjadi uang yang panas, kalau petani sawahnya kena, beli sawah lain, dengan harga yang uang ganti rugi saya yakin Insyallah kalau beli sawah bisa dapat dua kali lebih banyak. Atau kalau bisa menjadi modal usaha, gunakan uang ini dengan bijaksana,” harapnya.

Kepala Bidang Pengadaan Tanah Kanwil BPN DIY, Dr Margaretha Elya Lim Putraningtyas mengatakan kebutuhan tanah untuk kepentingan proyek Jalan Tol Yogya-Bawen Sesi 1 total sebanyak 1.299 bidang dalam luasan area sekitar 526.203 meter persegi.

"Realisasi proses pembebasan lahan sampai dengan minggu ini telah mencapai 92,04 persen dan sekitar 1.180 bidang. Masih ada sebanyak 119 bidang, diantaranya merupakan tanah kas desa, fasilitas pendidikan atau karena perbaikan berkas karena ahli waris meninggal,” jelasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Yogya-Bawen, Wijayanto menjelaskan rencana konstruksi fisik proyek Jalan Tol Yogya-Bawen Sesi I akan dilangsungkan pada bulan Maret 2022.

“Untuk land clearing atau pembersih lahan akan diawali di wilayah Tirtoadi pada bulan Februari,” ungkapnya.

Dikonfirmasi perihal sisa lahan yang belum rampung proses pembebasan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah DIY.

“Minggu depan kita akan koordinasi dengan teman-teman di Provinsi DIY, kaitannya dengan keberadaan sultan ground,” katanya. (Opo)

 

 

 


share on: