Yogyapos.com (BANTUL) - Menteri Desa (Mendes) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar bersama dengan Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, meresmikan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Srimulyo Mandiri dan Smart Village, di Gedung Pertemuan Bumdes ‘Gerbang Madu’ (Gerakan Masyarakat Terpadu), Sabtu (4/12).
“Kami mengapresiasi atas kemajuan yang tercapai dan melalui kreativitas Desa Srimolyo. Selain telah berhasil membuat BUMdes dengan membangun gedung pertemuan untuk disewakan juga benerapa kali berhasik juara lomba desa,” kata Abdul Halim Iskandar, dalam sambutannya.
Menurutnya, Dana Desa (DD) digunakan untuk pembangunan yang bisa untuk pengembangan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM) desa. Jadi bisa pula dipergunakan untuk membangun gedung guna yang disawakan untuk mencari uang untuk desa seperti yang terjadi di Srimulyo.
Srimulyo relatif berkreasi dengan berbagai idenya antara lain membuka dan terdapat 19, destinasi wisata, berhasil membuat hymne (mars) atau lagu desanya. Menanamkan semangat gotong royong serta mewujudkan desa digital. Itu semua bertujuan untuk kemajuan ekonomi dan berkah bagi desa.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan Bantul mempunyai target agar semua desanya bisa maju. Jika semua desa maju maka kapanewon menjadi maju palu dan apabila semua kecamatan maju maka kabupaten juga demikian.
“Untuk upaya mewajudkan itu, maka mulai tahun 2022 Pemkab Bantul menganggarkan dan merealisasikan dana unuk seluruh dusun se-Bantul sekitar Rp 46,4 miliar per tahun atau sekitar Rp 50 juta per tahun per dusun,” ungkap Halim.
Itu semua, kata dia agar setiap dusun bisa berkreatif memajuka ekonomi dan pembagunan melalu kreatif secara berkesinambungan.
Pada kesempatan sama, Lurah Srimulgo, Ngajiran, mengatakan pihaknnya bersama dengan para pamong desa akan lebih bersinergis dalam memajukan desa dan masyarakatnya. Salah satu caranya meningkatkan gotong royong, keratif dan akuntable. (Spd)
silakan tonton youtube berikut:
