Menag : Candi Prambanan Akan Diizinkan untuk Ibadat Umat Hindu se-Dunia

share on:
Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas dalam acara penandatanganan Deklarasi Lintas Pemuda dan Agama, di Bantul, Kamis (9/2/2022) || YP-Istu

Yogyapos.com (BANTUL) - Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, menegaskan Candi Prambanan yang berada di wilayah DIY nantinya secara resmi bisa digunakan untuk beribadat umat Hindu seluruh dunia. 

“Maka terkait dengan itu, pada Jumat (11/10) akan dilakukan penanda tanganan kesepakatan bersama para pemangku kebijakan di Pemerintah DIY Kapatihan Danurejan Yogayakarta,” kata Gus Yaqut saat acara Peningkatan Penanda Tanganan Peran Tokoh Pemuda Lintas Agama dan Organisasi Pemuda Lintas Agama Dalam Gerakan Moderasi Beragama, di Bantul, Kamis (10/2).

Dalam penanda tanganan kesepakatan di Pemeintah DIY akan dilakukan oleh berbagai pihak antata lain Menag, Menteri BUMN, Gubernur DIY dan Jateng. Ini diharapkan nantinya akan memberikan manfaat bagi Indonesia hubungannya dengan berbagai negara. 

Tentang peningkatan peran tokoh pemuda lintas agama dan organisasi pemuda lintas agama kali ini merupakan upaya untuk penguatan dan pemantaban kerukunan serta kebersamaan dalam memahami perbedaan demi kesatuan dan persatuan bangsa. 

“Saya menyambut positif didakannya acara ini oleh Kanwil Kemenag DIY ini untuk menunjukkan pengakuan dan penyadaran adanya perbedaan di Indonesia namun tetap bersatu. Adanya Indonesia memang erat dan berangkat dari perbedaaan dan bukan dari satu golongan,” tambah Gus Yaqut. 

Jadi, katanya, jika ada pihak yang berupaya agar terjadi gesekan antara golongan adalah hal yang harus diberantas dan dihindari. Karena bangsa Indonesia bangsa yang satu. 

Acara yang dilanjut Deklarasi Pemuda Lintas Agama diikuti 12 perwakilan Pemuda Lintas Agama, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Islam, Pemuda Kristen, Pemuda Katholik, Pemuda Hindu, Pemuda Buddha, Pemuda Khonghucu, Fatayat NU, Nasyiatul Aisyiah, dan FKUB Muda.

Menag Yaqut bersama Kakanwil DIY Dr H Masmim Arif MAg juga ikut membubuhkan tanda tangan. Menag mengapresiasi komitmen para pemuda akan kecintaannya kepada Indonesia.

“Sebanyak apapun deklarasi tidak ada gunanya kalau tidak dilaksanakan. Terpenting dari deklarasi adalah dilaksanakan,” tandas Menag.

Di hadapan puluhan pemuda yang hadir, Menag kembali mengingatkan bahwa tata negara Indonesia didirikan di atas ciri kodrati yang berbeda, baik budaya, suku, agama, dan lainnya.

“Apa yang hari ini dideklarasikan memperteguh eksistensi Indonesia dengan keragamannya,” tuturnya. (Spd/Met)

 


share on: