Kalurahan Sendangadi Peroleh Bantuan Ambulan dari BPD

share on:
Ambulan bantuan BPD untuk Kalurahan Sendangadi nampak sedang dijamas || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kepala cabang BPD Sleman, Efendi Sutopo Yowono SE memberi bantuan mobil ambulan Corporate Social Responsibility (CSR) Tahun 2021 kepala Kalurahan Sendangadi Mlati Sleman. Penyerahan mobil secara simbolis diteri langsung oleh Lurah Sugengno, di Pendapa Kalurahan Sendangadi, Sleman, Senin (29/11/2021).

“Semoga mobil ambulance ini dapat bermanfaat bagi warga Sendangadi, ketika ada warga yang membutuhkan pelayanan dan sebagainya,” ujar Efendi. Efendi mengungkapka, bantuan mobil ambulan memang telah dianggarkan tahun 2021 untuk Kalurahan Sendangadi dari CRS. Pihaknya mohon doa agar kedepan terus beroperasional dengan baik sehingga selalu dapat berkontribusi. Di seluruh DIY, CSR telah menyalurkan bantuan hingga Rp 8 miliar yang merupakan penyisihan dari laba sebelumnya yang kemudian disalurkan termasuk di Sendangadi ini.

“Perlu saya sampaikan bahwa BPD DIY milik kita semua. Pemilik juga seluruh pemerintahan kabupaten dan kota seluruh DIY. Untuk Sleman melalui Bupati pemegang saham BPD DIY dan karena Pemerintah Kabupaten Sleman memiliki saham DPD DIY, maka sebagai pemilik ada sebagian laba deviden diberikan sebagai Pendapatsn Asli Daerah (PAD). Tahun 2021 ini yang diberikan deviden sebessr Rp 27 miliar,” jelasnya.

Sementara itu Lurah Sendangadi Sugengno seusai penyerahan mobil ambulan pada yogyapos mengatakan, dengan adanya bantuan ini sampai kalurahan Sendangadi telah memiliki dua mobil ambulan. Sedangkan untuk perawatan Pemerintah Kalurahan menganggarkan Rp 20 juta setahun. Dengan adanya bantuan ini sekarang masyrakat tidak perlu lagi kesana kemari mencari ambulan tinggal hubungi di kalurahan dan karena sifatnya sosial tidak dipungut biaya.

“Kemarin waktu boming-bomingnya Covid-19 di Kalurahan Sendangadi penduduk terpapar berjumlah 1.300 ribu jiwa, yang meninggal 52 dan 4 diantaranya meninggal disebabkan terlambat penanganan  karena kurangnya ambulan,” ungkap Sugengno dengan suara pelan mengenang kejadian lalu. (Agn)


share on: