Idham Samawi: Hayati dan Implementasikan Pancasila

share on:
Drs H Idham Samawi di hadapan forum diskusi kebangsaan yang diinisiasi Somayo, Sabtu (6/11/2021) || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan asal Dapil DIY, Drs H Idham Samawi, menyayangkan jika masih ada kaum milenial (generasi muda) yang beranggapan ‘katrok’ (kuno dan ketinggalan) saat siapa pun membincangkan Pancasila. 

Anggapan begitu tidak semestinya, karena Pancasila merupakan falsafah kita dalam berbangsa dan bernegara. Sehingga sudah selayaknya dihayati dan diimplementasikan pula dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila adalah terdiri dari sila-sila yang merupakan dasar negara dan bangsa RI. Maka semuanya seharusnya yakin dan atensi terhadap Pancasila,” tegas Idham Samawi, pada Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar atas kerjasama MPR RI dengan Solidaritas Yogyakarta (Samayo), di Sewon Bantul, Sabtu (6/11).

Idham menyatakan seharusnya generasi muda, siapapun mereka, harus yakin bahwa Pancasila merupakan falsafah Bangsa Indonesia yang benar-benar memberikan manfaat dalam hidup berbangsa dan bernegara.

“Maka kita semua dalam berbangsa dan bernegara tetap harus berdasarkan pada Pancasila,” tandasnya. 

Pada kesempatan dialog, muncul beberapa pertanyaaan dan usulan. Salah satu usulan yang dilontarkan oleh seorang peserta, Rochmah adalah mengenai harapkan agar setiap Stasiun Televisi menayangkan lagu Garuda Pancasila. Demikian pula semua instansi di DIY wajib menyanyikan Garuda Pancasila.

“Ya saya harapkan Pak Idham mengusulkan kepada Bapak Presiden Joko Widodo agar ada kewajiban bagi semua Stasiun TV menayangkan lagu wajib itu setiap harinya,” tukas Rochmah. 

Pada kesempatan sama juga mucul pertanyaaan tentang hutang negara saat ini. Menanggapi pertanyaan itu, Idham  menyatakan uang negara saat ini (masa Pemerintahan Jokowi) dipergunakan untuk membangun daerah tertinggal, misalnya Papua. 

Mulai April 1967 Freeport dikontrakkan. Maka akhir-akhir ini ada upaya nasionalisasi (diambil kembali) oleh pemerintah (Indonesia).

Itu semua tujuannya agar APBN bisa dipergunakan untuk pembangunan antara lain jalan dan pelabuhan sebagaimana yang telah dan sedang dilakukan oleh Pemerintah.  (Spd)

 


share on: