Heru Sudibyo: Proyek Padat Karya Merupakan Keinginan Warga

share on:
Heru Sudibyo disambut warga saat meninjau proyek padat karya di Dusun Bongos, Gadingsari, Bantul, Kamis (1/9/2021) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Karena program pembangunan proyek padat karya merupakan keinginan dan usulan masyarakat yang telah disetujui oleh Pemerintah, maka Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bantul H Heru Sudibyo SSos MM beratensi mensukseskannya. 

“Padat karya suatu program yang baik untuk masyarakat. Maka dilaksanakan dan harus berjalan sesuai dengan yang diharapkan warga maupun

Pemerintah,” kata Heru Sudibyo saat monitoring pengerjaan proyek Padat Karya, di Bongos I RT 03, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden Bantul,  Rabu (1/9).

Heru menyatakan ikut mengawasi dan mendukungnya secara aktif sesuai kapasitas selaku anggota dewan demi kemanfaatan. Dalam hal ini masyarakat memang memerlukan pembangunan fisik berupa corblok jalan. Mereka awalnya dengan sisetujui oleh Dukuhdan Lurah setempat mengusulkannya.

“Usulan disetujui dan silaknakan. Maka perlu dikawal oleh kami selaku anggota dewan,” tukasnya. 

Pengerjaan proyek padat karya di Bongos I kali ini sudah berlangsung sekitar seminggu yang lalu. Diperkirakan akan berakhir tujuh hari menndatang. Corblok jalan ini sangat bermanfaat bagi masyatakat khussunya memperlancar tranportasi. 

“Selaku wakil rakyat saya berupaya menampung, menyampaikan dan merealisasikan keinginan dan aspirasi warga. Ini arahnya untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat. Maka saya tidak sungkan terjun ke masyarakat,” tutur Heru. 

Pada kesempatan sama tokoh dan wakil warga, Sumpano,  menyatakan pihaknya dan masyarakat Bongos merasa lega dan gembira dengan adanya corblok jalan yang juga dikawal oleh Heru Sudibyo. 

“Akses transportasi di daerah ini akan lebih nyaman dan lancar karena jalan sudah sicorblok. Di tahun-tahun mendatang juga perlu adanya padat karya,” kata Sumpano. 

Data di Dinas Tenaga Kerja dan Teansmigrasj Bantul, menyebutkan padat karya tahun 2021 di Banttul yang mempergunakan dana APBA ada 103 titik lokasi angaran per titik Rp 100 juta.  Yang mempergunakan Bantuan Kauangan Khusus (BKK)  DIY ada 60 titik dengan anggaran Rp 160 juta per titiknya. (Supardi)

 


share on: