Gerakan Panen Jagung Klomtan Guyub Rukun Diwarnai Demo Pembuatan Bio Saka

share on:
Gerg akan panen jagung Klomtan Guyub Rukun Gadingharjo, Senin (10/10/2022) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Demo pembuatan Bio Saka (ramuan tumbuhan untuk Selamatkan Alam Kembali Ke Alam) yang berfungsi meracun hama tanaman tikus dan menyuburkan tanah mewarnai gerakan panen jagung di Kelompak Tani Guyub Rukun Gadingharjo Sanden Kabupaten Bantul, Senin (10/10/2022).

Demo diinisiasi Kementerian Pertanian ini dihadiri oleh Direktur Tanaman Pangan Dr Ir Suwandi, pemateri peneliti BIO SKA, Ansor salah seorang pendamping yang juga Pakar Pertanian asal IPB, Prof Robert Manurung, Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo, Anggota Komisi B DPRD Bantul Drs H Heru Sudibyo MM, Jumirin serta Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Bantul Ir Joko Waluyo.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-transfer-kebudayaan-perlu-dilakukan-kepada-generasi-muda-5285

Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Dr Ir Suwandi dalam sambutannya mengatakan, dalam bertani sangat diperlukan kembali ke alam dengan membuat dan menggunakan Bio Saka. “Artinya, bahan tumbuhan untuk Selamatkan Alam Kembali ke Alam,” katanya.

Manfaat Bio Saka adalah mengakibatkan gigi tikus ompong (putus) dan serangga mudah mati jika memakannya. Selain itu juga dapat menyuburkan tanah.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-tragedi-christchurch-irfan--alhamdulillah-saya-loncat-pagar-dan-selamat-385

Tentang panen jagung, ukuran keberhasilannya diharapakan bisa juara I Nasional. Namun secara umum hasil panen 9 ton jagung tongkol kering per hektare itu bisa dicapai dengan tanaman jagung yang jenisnya pokol dua dan bukan pokol satu. Di Gadingarjo umumnya masih jagung pokol dua sehingga hasil panennya rata rata masih dibawah itu.

Sementara itu, Ansor menjelaskan Bio Saka dibuat dengan menggunakan tumbuhan jenis tertentu yang mudah dipatkan, bekatul dan ikan.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-politisi-golkar-bantul-dan-diy-dukung-anggotanya-kembangkan-wisata-kuliner-rumah-ingkung-bu-wid-6525

“Rahasia dan inti teknis pembuatan yaitu pemilihan bahan baku dan melembutkannya harus dengan cara diremas-remas dengan tangan agar bisa lembut alami. Ini tidak boleh dengan cara diblender,” katanya.

Terkait hal ini, Wabub Bantul Joko Purnomo, mengatakan pihaknya menumuambut positif dengan adanya panen jagung yang juga diisi dengan praktik pembutan Bio Saka.

“Budidaya jagung sangat diperlukan. Diharapkan nantinya jumlah dan kualitas hasil panennya akan  lebih baik. Ini untuk penguatan ketahanan dan swasembada pangan,” kata Joko.

Di sela acara ini, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Bantul, Joko Waluyo, menyatakan akan berupaya terus agar hasil panen jagung bisa lebih baik.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-hasil-kunker-komisi-b-dprd-bantul-ke-garut-dorong-pemkab-perluas-peternakan-kambing-4331

Anggota Komisi B DPRD Bantul yang membidangi pertanian, Drs H Heru Sudibyo MM, menyatakan sangat mendukung usaha Dirjen Tanaman Pangan menginisiasi kegiatan. “Ya memanfaatkan potensi untuk pertumbuhan pertanian yang ada disekitar kita. Kedepan bahwa kelompok tani wanita  (KWT) akan di dorong untuk mendukung itu,” kata Heru.

Bio Saka, ujar dia, dapat memperbaiki struktur tanah pertanian. Selain itu juga dapat menekan biaya produksi namun hasilnya akan maksimal. Metoda itu cukup sederhana tapi manfaatnya dapat lebih baik. Disamping itu juga mampu untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang harganya mahal.

“Kami mendorong bahwa ke depan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Bantul agar mengalokasikan anggaran untuk pelatihannya bagi petani melalui kelompok tani,” tuturnya. (Spd)


share on: