Gencarkan Foging Antisipasi Antraks di Bantul

share on:
Petugas dari Dinas Kesehatan Pangan dan Pertanian Bantul lakukan foging di Pasar Hewan, Jumat (4/2/2022) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Belum usai pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kini melakukan ‘pekerjaan baru’ mengantisipasi kemungkinan penyebaran antraks di wilayahny. 

“Hingga saat ini memang belum positif diketemukan adanya antraks di wilayah kami. Tapi pro aktif antisipasi dilakukan,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo, di sela foging armada pengangkut hewan ternak di Pasar Hewan Kebon Agung Kapanewon Imogiri Bantul, Jumat (4/1).

Peredaran perdagangan hewan ternak di Bantul termasuk sapi dan kambing/domba relatif cukup tinggi termasuk di Pasar Hewan Kebon Agung. Sehingga penyemprotan armda pengangkutnya perlu dilakukan. 

Setiap ada perdagangan hewan di pasar ini setiap ‘legi’ (lima hari sekali) ratusan ekor hewan yang diperdagangkan diangkut dengan armada truk dan mobil pikup. Maka armada perlu disterilkan dengan disemprot menggunakan bahan-bahan kimia tertentu yang direkomendasikan.

“Saya berharap agar kegiatan ini bisa membuahkan hasil yang positif,” sambung Joko Waluyo. 

Sementara itu, sejumlah blantik hewan ternak ini, dua orang diantaranya Muhtar (55) dan Dalijan Damanhuri (62), memgatakan perdagajan hewan masih normal. Belum ada lonjakan permintaan dari konsumen dan jumlah dagangan di pedagang masih cukup. 

Secara umum harga hewan tergantung dengan besar dan kecil dan jenisnya. Sapi dewasa Rp 20 juta hingga per ekor. Bibit (anakan sapi) Rp 10 juta sampai Rp 25 juta per ekor. Kambing Rp1 juta sampai Rp 4.500.000 per ekor. (Spd)

 


share on: