FSKBTP Dukung Kepolisian Tindak Pelaku Kenakalan Remaja

share on:
FunsionarisFSKBTP saat menyatakan sikap terkait terhadap kenakalan remaja, di Ruang Rapat Sembada Setda Sleman, Selasa(18/1) || YP-Agung DP

Yogyapos.com (SLEMAN) - Forum Silahturami Keluarga Besar TNI-Polri (FSKBTP) menyatakan sikap mendukung penindakan hukum terhadap kenakalan remaja, di Ruang Rapat Sembada Setda Sleman, Selasa(18/1). 

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Badan Kesbangpol Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan (KBPPOL) Sleman, Ketua KBPPOL Sleman Haris Eka diantaranya bahwa FSKBTP memohon aparat penegak hukum melakukan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku meskipun masih dibawa umur. Yakni dengan menghadirkan pihak orang tua dan sekolah. Selain itu juga melakukan razia malam hari khususnya pengendara sepeda motor terutama yang dikendarai pengendara dibawah.

Pada prinsipnya Ormas yang bergabung dalam FSKBTP ini mendukung penuh langkah  aparat penegak hukum  dalam hal ini Polri untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di DIY Wikayah Sleman.

Pernyataan sikap FSKBTP karena merasa prihatin dengan maraknya aksi kenakalan remaja yang ada di DIY khususnya Sleman. Selama ini sudah banyak korban luka sampai meninggal dunia akibat ulah remaja-remaja tersebut. “FSKBTP yang terdiri dari KB-FKPPI, GM FKPPI, HIPAKAD, KBP Polri dan Paseduluran TNI Polri wilayah Sleman menyatakan menilai kenakalan remaja ini tidak hanya diselesaikan satu pihak saja. Namun perlu adanya peran serta dari seluruh elemen masyarakat, baik dari Kepolisian, TNI, Ormas dan tidak kalah pentingnya kehadiran sekolah dan orang tua untuk sama sama mengawasi para generasi muda,” ujarnya.

Dalam hal ini, peranan Kepolisian dalam melakukan pengawasan melekat para remaja yang ada di jalan pun sangat penting dengan peningkatan patroli malam serta pemeriksaan langsung terhadap para remaja yang keluar malam dan diharapkan secara masif dan terukur.

Penindakan tegas para remaja yang kedapatan membawa barang-barang terarang perlu dilakukan secara humanis dengan menghadirkan orang tua, sehingga terjadi komunikasi antara pihak kepolisian, pelaku kenakalan dan orang tua.

Sementara itu Ketua FSKBTP Kemal Ahmah kepada yogyapos.com mengungkapkan, dalam pernyataan sikapnya terkait maraknya kenakalan remaja tidak menyebut atau mengatakan itu adalah Klitih. Melainkan kenalan remaja dan kenakalan relatif. Sehingga untuk langkah langkah selanjutnya akan selalu mendukung aparat penegak hukum untuk membantu.

"Masalah di bawah umur itu dikembalikan pada pihak yang berwenang karena para aparat penegak hukum yang punya kewenangan yang diberikan Undang-undang untuk melakukan penindakan. Sedangkan kami sifatnya hanya membantu menginformasikan bila terjadi adanya kenakalan remaja,"  tandas Kemal Ahmah juga ketua HIPAKAD Sleman.  (Agn)

 


share on: