Yogyapos.com (BANTUL) - Jamu gendong pun perlu difestivalkan, apalagi di masa pandemi Covid-19 sekarang. Sehingga tetap langgeng dan semakin diminati masyarakat demi menjaga stamina dan kesehatan tubuh.
Itulah salah satu alasan kenapa para produsen yang juga selaku penjual jamu gendong menggelar ‘Festival Jamu Gendong’, di Desa Wisata Jamu Kiringan, Kalurahan Canden Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, Sabtu (19/6/2021).
“Kegiatan kali ini sebagai salah satu upaya promosi untuk meningkatkan pasar jamu gendung asal Kirinngan yang dikhawatirkan berkurang terkait dengan pandemi Covid-19,” kata Kabid Pemasaran Obyek Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Guppianto Susilo, disela acara.
Guppianto mengatakan, jamu gendong merupakan penghasilan para produsennya/pedagangnya di Kiringan yang jumlahnya mencapai
sekitar 120 orang. Maka pemasaran jamu mereka diharapkan tetap stabil bahkan bisa meningkat.
Biasanya setiap Sabtu dan Minggu banyak wisatawan yang berwisata dan menikmati jamu di desa itu. Namun dengan perkembangan pandemi Covid-19 akhir-akhir ini dikhawatirkan menurun, maka perlu dilakukan promosi.
Sementara itu, Produsen Jamu Gendong Keringan Sukinah (64), Sadilah (50) dan Wasi (62), mengakui sebenarnya produk jumlah produksi dan pangsa
pasar jamu asal Kiringan tetap stabil. Meskipun ada pandemi konsumen tetap beminat mengkonsumsinya.
“Dengan diadakannya festival, kami berharap pasarnya akan meningkat karena banyak masyarakat yang minum jamu untuk meningkatkan imunitasnya,” kata Sukinah.
Dikatakan, jamu asal Kiringan cukup terkenal sejak lama dan jumlah produsennya relatif banyak, maka desa ini dijadikan Desa Wisata Jamu sejak beberapa tahun lalu. (Supardi)
