Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) bersama dengan DPRD Kabupaten Bantul menggencarkan sosialisasi program Proyek Padat Karya tahun 2022.
Proyek akan menyasar ke 99 titik. Pembiayaannya menggunakan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten ini. Sosialisasinya dilakukan setiap hari sejak sekarang di 10 titik wilayah Bantul.
“Dalam petunjuk pelaksana dan petunjuk tehnis (juklak juklis) jumlah padat karya Bantul ada 99 titik. Ini yang disosialisasikan pada 10 hari ini atau setiap harinya ada di 10 titik,” kata Koordinator Kelompok padat karya yang juga membidangi Subtansi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industri (PPHI) Disnakertran Bantul, Rina Dwi Kemala SH, dalam sosialisasi padat karya di Rt 6 Trukan Segoroyoso Pleret, Bantul, Selasa (25/1).
Proyek padat karya ini memiliki payung hukum Peraturan Bupati Nomor 12/2017. Tujuannya memberdayakan masyarakat, mengurangi pengangguran. Ujudnya perbaikan infrastruktur dengan sasaran tenaga kerja laki-laki dan wanita.
“Jenis fisiknya bisa corblok, conblok atau talud dan drainase. Tergangung pada kebutuhan masyarakatnya. Ini sebagai kegitan dari, oleh dan untuk masyarakat,” katanya.
Menurut Kepala Disnakertran Bantul, Istirul Widilastuti, jumlah padat karya 2022 mencapai 99 paket/titik. Setiap titik anggrannya sebesar Rp 100 juta. Jumlah tenaga kerjanya ada 26 orang dibagi dua kelompok (13 orang per kelompok), seorang diantaranya selaku ketua kelompok. Umur maksimal tenaga kerja maksimal 64 tahun,” jelas Istirul.
Para naker dimasukan ke jaminan kepesertaaan BPPJS ketenagakerjaan yang tujuannya untuk memberikan perlindungan para tenaga kerja. Sedangkan sosilisasi kali ini juga menghadirkan nara sumber dari pejabat ekskutif dan legislatif termasuk Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo ST.
Sementara itu, Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo, saat menjadi nara sumber pada sosialisasi di Trukan Pleret, mengungkapkan pihaknya mendukung padat karya yang dinilai masih diperlukan untuk mengurangi pengangguran
“Harapan kami padat karya bisa terealisasi dengan baik. Mampu mengurangi pengangguran dan membantu upaya ketersediaan sarana prasarana yang dperlukan masyarakat,” kata Hanung.
Terkait hal ini, Lurah Segoroyoso Miyadiana dan Panewu Pleret Evie Nur Siti Fatonah SSos MM, menyatakan pihknya menyambut positif adanya padat karya, serta tentu saja diharapkan bisa bermanfaat. (Spd)
