Awas! Jalan 'Tanjakan Cino Mati' Mengintai Laju Kendaraan Anda

share on:
Puncak Jalan 'Tanjakan Cino Mati' yang menghubungkan Desa Wonolelo Kapanewon Pleret dengan Desa Terong Kapanewon Dlingo Kabupaten Bantul,(2/1) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Puluhan mobil dan sepeda motor tidak kuasa bergerak di tanjakan ekstrem Cino Mati atau jalan berbukit yang menghubungkan Desa Wonolelo Kapanewon Pleret dengan Desa Terong Kapanewon Dlingo Kabupaten Bantul, Minggu (2/1). Bahkan sebagian mobil kehabisan kanvas persneling, sehingga pengemudi tak sanggup melanjutkan laju kendaraannya. Tanjakan ini bagai selalu 'mengintai' laju kendaraan anda.

Maka untuk membantu dan menolong agar mobil maupun sepeda motor bisa melanjutkan perjalanan di tempat ini, didirikan Pos Pantau. Selain itu juga dikerahkan puluhan para relawan dari Forum Peduli Resiko Bencana (FPRB) Wonolelo dan Kepolisian untuk membantunya.

“Pos ini didirikan sejak Jumat (31/14/2021). Sedangkan hingga kini kendaraaan yang tak kuat saat menanjak dan terpaksa harus kami dorong dan diganjal rodanya ada ratusan,” kata Anggota Koordinator FPRB Wonolelos, Eko Purwanto, saat bertugas di Tanjakan Cino Mati kepada yogyapos.com.

Dijelaskan, mereka yang tak kuat menanjak mayoritas adalah kendaraan wisatawan yang belum terbiasa dan tidak hafal medan di Cino Mati dan sekitarnya. Sebagian kecilnya juga orang/warga yang sudah pernah melintas di jalan tersebut.

“Penyebab kendaraan tidak kuat dan mogok di lokasi ini adalah pengemudi/pengendara tidak mempergunakan gigi vresneling kecil (gigi 1), terlambat dalam mengoper ke gigi kecil, serta tidak hafal medan dan panik,” jelasnya. 

Dikatakan, pengendara yang berboncengan dan tidak kuat, selain yang pemboncengnya diminta turun dari kendaraan, sepeda motor dibantu didorong oleh para petugas. Sedangkan mobil yang tak kuat, maka rodanya diganjal kayu oleh para petugas juga dibantu didorong. 

“Pada saat ada yang tak kuat nanjak, maka dilakukan pengaturan arus lalu lintas yaitu yang dari arah atas dihentikan dan bisa jalan jika sudah memungkinkan,” lanjut Eka Purwanto. 

Eko mengimbau siapapun pengguna Jalan Cino Mati agar memerhatikan dan mentaati rambu rambu lalu lintas yang ada. Ini bertujuan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas. 

Jalan Cino Mati merupakan jalan alternatif dan sering dilalui para wisatawan yang akan dan dari berwisata di Obyek Wisata Becici dan Hutan Pinus maupun obyek wisata lainnya di Dlingo. (Spd)

 

Tonton video berikut ini:

 


share on: