Yogyapos.com (BANTUL) - Para pakar mengungkapkan akibat pandemi Covid-19, angka stunting diprediksi mengalami kenaikan dari 27 persen ke 32 persen. Ini dipicu munculnya kemiskinan baru dan tidak mampunya keluarga miskin mengkonsumsi makanan yang layak dan gizi seimbang.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K) mengungkapkan hal itu usai meresmikan Program Bayi Hebat di Dusun Bekelan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Senin (14/6/2021). Program tersebut merupakan upaya mempercepat penurunan stunting di wilayah DIY.
“Memang pandemi berdampak besar bagi seluruh sektor termasuk kesehatan. Kami berusaha dengan strategi khusus untuk mengatasi stunting supaya ada penanganan lebih cepat tidak hanya di DIY tetapi juga seluruh Indonesia,” tandas Hasto.
Ia menjelaskan saat ini tercatat ada lima juta ibu hamil yang memerlukan pendampingan agar anak dalam kandungan sampai seribu hari terjaga kesehatan dan asupan gizinya. Program pendampingan diutamakan untuk keluarga miskin yang kesulitan mengakses makan bergizi.
Program KB
Mantan Bupati Kulon Progo itu minta supaya masyarakat juga menyadari pentingnya Keluarga Berencana (KB). Ia menegaskan, dua anak sudah ideal sehingga keluarga bisa lebih memperhatikan perkembangan anak-anak. Ia pun mengingatkan jarak kelahiran anak yang satu dan lainnya minimal tiga tahun.
“Jarak kelahiran yang terlalu dekat bisa mengakibatkan stunting karena ibu akan lebih konsentrasi ke kandungan dan bayinya. Bahkan jarak yang terlalu dekat juga bisa menimbulkan persoalan lain yang dapat mengganggu perkembangan anak,” imbuh Hasto.
Pada Program Bayi Hebat sebagai salah satu upaya penanganan stunting tersebut, BKKBN menggandeng Rotary Club Mataram. Organisasi itu sudah berkomitmen membantu mencegah stunting tidak hanya di DIY tetapi juga di wilayah lain. Program akan berkelanjutan dengan jangkauan lebih luas.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting BKKBN Perwakilan DIY, Dr Yuni Hastutiningsih menjelaskan program tersebut merupakan upaya pencegahan stunting dengan memberi perhatian dan pendampingan khusus bagi keluarga tidak mampu sampai seribu hari usia anak. Programnya diawali di Dusun Bekelan dan akan terus merembet ke daerah lain. (Yuliantoro)
