Yogyapos.com (BANTUL) - Pemkab Bantul dipimpin Bupati Abdul Halim Muslih beserta Dandim 0729 Letkol Inf Agus Indra Gunawan dan perwakilan Polres Bantul, Sekda Bantul, jajaran Asisten dan kepala OPD melaksanakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Vaksinasi Tahap Akhir bersama para Panewu se-Kabupaten Bantul.
Rapat yang dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting, di ruang kerja Bupati, Rabu (8/12/2021) berlangsung lancar dan penuh optimisme untuk sanggup merampungkan vaksinasi sesuai target.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja SKM MKes menyampaikan bahwa saat ini kinerja penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Bantul sudah semakin membaik, dan pada hari ini angka positivity rate terbilang rendah yaitu mencapai 2,24%.
“Sedangkan dalam pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Bantul untuk dosis 1 telah mencapai 83,64% dari target sasaran, dosis 2 mencapai 75,70% dari target sasaran dan dosis 3 mencapai 81,58% dari target sasaran. Presentase tersebut merupakan hasil perhitungan capaian vaksinasi Kabupaten Bantul dari aplikasi Simundu pada 2 Desember 2021,” jelas Agus.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bantul meminta kepada seluruh Panewu untuk menentukan langkah-langkah kordinasi bersama para lurah di Kapanewon masing-masing untuk mensweeping kembali, mana saja desa dan dusun yang capaian vaksinnya masih rendah.
“Para Panewu dan para Lurah kita minta kerjasamanya untuk melakukan percepatan vaksinasi ini agar tingkat herd community semakin meningkat. Dan bisa melaksanakan amanat dari Gubernur DIY, yang mana seluruh penduduk DIY pada akhir Desember 2021 harus sudah tervaksin semua,” tutur Halim
Lebih lanjut, Dandim 0729 Bantul Letkol Inf Agus Indra Gunawan menambahkan saat ini herd community masyarakat Kabupaten Bantul sudah berada diatas angka 80%. Dan angka positif kasus Covid-19 sudah berada dibawah angka 100, yang mana hal tersebut menunjukkan hal yang positif.
“Melihat hal tersebut, masyarakat harus tetap msenjalankan protokol kesehatan Covid-19 dalam segala aktivitas. Agar nantinya kita dapat bersama-sama saling menciptakan situasi yang disiplin protokol kesehatan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedepan,” tambahnya. (Spd)
