Waspada! Gunung Merapi Telah Memuntahkan Lava 44 Kali, Radius Luncur 1,7 Kilometer

share on:
Penampakan guguran lava Gunung Merapi terlihat saat malam hari || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Aktivitas Gunung Merapi mengalami 44 kali guguran lava ke arah barat daya atau menuju Kali Bebeng. Dengan volume curah hujan 30 mm per hari.

Data resmi diperoleh dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan hari Senin (4/11/2024) mulai pukul 00.00 - 24.00 WIB. Guguran lava dengan jarak luncur maksimum 1700 meter. 

Mengantisipasi hal tersebut, BPPTKG mengeluarkan rekomendasi, diantaranya, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendoi 5 km. Sedangkan Iontaran material vuikank bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radus 3 km dari puncak. 

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas Guguran di dalam daerah potensi bahaya. 

Masyarakat agar tidak melakukan kegatan apapun di daerah potensi bahaya, agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas Guguran (APG) terutama saat terjadi di seputar Gunung Merapi. 

Masyarakat agar mengantsipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi

Jika terjadi perubahan aktivitas yang sigrifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. Status Gunung Merapi dalam level 3 (siaga) sejak 20 November 2022. (*/Opo) 

 

 

 


share on: