Warga Dukuh Nglarang Siap Bedol RT untuk Jalan Tol, Asalkan Peroleh Ganti Rugi Layak

share on:
Jalan utama menuju Dukuh Nglarang, Tlogoadi, Mlati, Sleman || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Di wilayah Kabupaten Sleman, DIY dipastikan akan dilintasi sebanyak 3 ruas jalan tol, yakin Tol Yogya-Solo, Tol Yogya- Bawen dan Tol Yogya-Kulonprogo. Dari sekian wilayah tersebut, Padukuhan Nglarang, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Sleman terdapat kawasan Rukun Tetangga (RT) yang keseluruhanya bakal tergusur proyek ruas jalan tol Yogya-Solo.

Sejumlah patok tanda merah dan tanda kuning telah terpasang di sejumlah titik, namun hingga saat ini warga belum mengetahui berapa nilai ganti rugi yang akan diterimanya. Warga berharap memeroleh ganti rugi yang yang layak. 

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Ketua RT 04 RW 29 Padukuhan Nglarang, Suhindarto AMd pihaknya mendukung pembangunan jalan tol, asalkan memeroleh ganti rugi yang layak sesuai aspirasi warganya.

“Ya, seluruh warga RT 4 dusun Nglarang akan terdampak pembangunan jalan tol Yogya-Solo, jumlahnya sekitar 35 KK. Kalau jumlah rumah ada sekitar 60 unit. Jadi pembangunan jalan tol ini memaksa kita bedol RT,” terang dia diampingi Ketua RW 29, Sukriyadi SPd kepada yogyapos.com, Rabu (17/2/2021).

Soal rencana pindah, menurut dia, belum ada kepastian lokasinya. Disisi lain jika ingin mencari lokasi terdekat, harganya mulai merangkak naik dari yang semula Rp 1,2 juta –Rp 1,5 juta per meter persegi, sekarang naik menjadi Rp 2 juta–Rp 3 juta per meter persegi. Namun sejauh ini belum didapatkan informasi perihal besaran ganti rugi tersebut.

“Pada dasarnya seluruh warga mendukung program atau proyek pemerintah dengan adanya jalan tol ini, tapi minta disesuaikan ganti untungnya, ya kita minta harga yang layak paling tidak 3 kali lipat dari harga standar di lingkungan sekitar kita agar dapat mendapatkan ganti  lokasi yang sesuai harapan warga, istilahnya tidak rugi gitu, kami berharap beban moril kami juga diperhatikan,” ungkap dia.

Ditambahkan Ketua RW 29 Supriyadi, bukan hanya di wilayah RT 4 namun terdapat pula sejumlah tanah warga di RT 05 yang turut terdampak pembangunan. “Selain di RT 04, di RT 05 terdapat sekitar 10 kepala keluarga atau 10 rumah juga terdampak tol jogja-solo dan juga SDN Nglarang,” imbuh dia. (Eko Purwono)

 

 

 

 

 


share on: