Yogyapos.com (BANTUL) - Wakil Bupati (Wabub) Bantul Joko Purnomo menginginkan agar muatan lokal berupa adat budaya dan kesenian adat tradisional Jawa dimasukkan ke dalam kurikulumn Taman Kanak Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bantul.
“Ini tujuannya agar anak-anak memahami dn akrab dengan adat maupun kebudayaan Jawa, sekaligus sebagai upaya pelestariannya,” ungkap Wabub Bantul, Joko Purnomo pada sidang paripurna DPRD Bantul dengan agenda tentang jawaban Bupati atas pemandangan umum Fraksi-fraksi terhadap perubahan Raperda APBD Bantul, Senin (20/9).
Guna mewjudkan hal itu, ujar Wabup, anggarannya diarahkan mempergunakan dana keistimewaan (Danais) DIY. Untuk merealisasikan itu semua diperlukan dukungan dari DPRD Bantul.
Joko juga menyampaikan, DPRD supaya beratensi terhadap keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yaitu PDAM dan Bank Bantul. Perusahaan ini tyerdampak pandemi Covid-19.
“Gedung kantor PDAM dan sarana lainnya banyak mengalami kerusakan, maka perlu ditinjau oleh DPRD dan diperlukan perbaikan. Bank Bantul juga memerlukan perhatian oleh DPRD untuk mendukung kelangsungan dan pengembangan usaha dalam rangka mencarikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantul di masa mendatang,” sambung Joko.
Dalam satu segi bahwa kedua perusahaan itu belum lama ini telah memperoleh penghargaan ‘Top BUMD’ (sebagai perusahaan yang sehat) dari Pemerintah Pusat. (Supardi)
