Yogyapos.com (BANTUL) - Kasi Lembaga Kebudayaan Dinas Kebudayaaan (Kundo Kabudayan) DIY, Dra Endang Widuri, menyatakan upacara adat merupakan kekayaaan yang harus dilestarikan. Kini banyak kaum milenial tidak tertarik untuk melestarikan kebudayaan, sehingga perlu ditransfer ke generasi muda oleh generasi tua.
”Upacara adat harus lestari dan berkembang. Untuk Desa Gilangharjo melestarikannya sehingga budaya yang arahnya menjadi desa rintisan pelestari budaya yang akhirnya menjadi destinasi wisata. Ini ada anggarannya melalui BKK,” katanya saat memberikan sambutan pada kegiatan upacara adat Merti Wiji Lumbung Kampung Mataraman Gunung Cilik Nagaran Kalurahan Gilangharjo Pandak Bantul, Rabu (28/10).
Pada Kesempatan sama, Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo dalam sambutannya yang dibacakan Panewu Pandak, Nanang Dwiatmoko SSos, mengatakan pendapa Gunung Cilik sebagai pusat pelestari budaya yang arahnya menjadi destinasi wisata.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-terdakwa-penganiayaan-nyatakan-menyabetkan-arit-karena-membela-diri-5632
“Itu semua untuk pelestatian dan pengembangan budaya yang juga bisa memberikan keuntungan warga,” katanya.
Menurut Anggota DPRD Bantul yang juga warga Pandak dan hadir pada acara ini, Heru Sudibyo, bahwa Gunung Cilik Gilangharjo Pandak merupakan tempat kegiatan kaum tani dalam pengembangan olah pertanian.
Merti Wiji ini salah satu kegiatannya yakni agar wiji (benih) yang ditanam dapat sebesar-besarnya hasil yang diperoleh .
“Disamping itu Gilangharjo salah satu desa kalurahan rintisan wisata. Selian itu juga budaya Lumbung Kampung Mataraman. Tradisi lingkungan dalam upaya melestarikan kabudayan Jawa.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Keterlibatan warga sekitar yang ramah bagian dari bentuk cinta terhadap budaya Jawa,” demikian Heru.
Lurah Gilangharjo, H Pardiono, menuturkan pihaknya mengupayakan agar Gunug Cilik menjadi desa rintisan budaya dan destinasi budaya.
Dalam prosesi acara adat ini juga dilakukan kenduri dengan doa bersama. Uborampe sesaji yang untuk kenduri dikirab bersama oleh para bregada prajurit dari rumah salah seorang warga ke pendapa itu.
Acara ini juga dimeriahkan dengan uyon-uyon. Kali ini juga dilakukan upacara taman tuwuh dan tebar mina dengan cara menanam sejumlah bibit pohon oleh warga, anggota DPRD DIY Ir Suamaji dan Andriyana Wulandari serta DPRD Bantu Heru Sudibyo, warga, Lurah serta warga. (Spd)
